Tutup

Bukan blog yang ini, tapi yang satu lagi.

Saya belum pernah membayangkan sebelumnya kalo saya bakal menutup blog saya. Sama sekali. Kalo domain ga diperpanjang, atau error karena diretas, itu lain cerita — menurut saya.

Menutup blog itu lebih perihal akses. Iya, saya sedang menutup akses untuk umum ke blog saya yang itu. Sudah hampir enam bulan rasanya ditutup. Semangatnya sih sekalian mau penataan biar lebih rapi — meski ga jelas juga sih, apanya yang ditata. šŸ˜†

Menyesal dan berat, jelas muncul dalam pemikiran saya. Menyesal karena sampai sekarang masih tetap saja ditutup sehingga semua jalinan yang pernah terjadi menjadi sulit untuk dilacak — termasuk juga google results. Berat karena artinya saya “kehilangan” salah satuĀ channelĀ untuk menerbitkan sesuatu di ranah digital.

Otomatis, saya harus benar-benar bersandar pada domain yang satu ini — yang sebenarnya lebih rentan. Bahkan versi live sekarang ini pun masih jauh dari standar yang sudah saya buat sebelum terkena seranganĀ hackĀ terakhir.

Tapi mungkin ini proses pendewasaan saya juga dalam hal penerbitan konten. Proses pendewasaan diri saya juga dalam hidup. Karena saya mendadak teringat salah satu ide dan keinginan saya dahulu, yakni keinginan untukĀ offgrid atau jadi orang anonim. Tapi ya entahlah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *