Short Story #79: The One and Only

“Kenapa juga cowok-cowok yang pernah jadian sama gue itu pada brengsek, ya?” Nila menggumam. “Perasaan kok ya kaya’ dimanfaatin mulu.”

“I told you, didn’t I?” Hasan menimpali.

Nila membuang napas. Ia menatap ke bawah mall dari jendela café yang ia tempati saat ini.

“Apa mungkin karena gue terlalu cantik?” gumam Nila lagi.

“Kamu cantik, tapi ga terlalu.”

“Atau karena gue cukup tajir?”

“Patokan tajir emang apa?” Hasan merespon.

Nila kembali membuang napas. Ia tak menghiraukan respon-respon yang dibuat oleh Hasan, salah satu teman cowoknya.

“Apa mungkin semua cowok itu pada dasarnya brengsek?” Nila bertanya.

“Mungkin. Tapi gue pikir ada beberapa yang engga.” jawab Hasan.

“Siapa?” Nila ternyata tertarik dengan jawaban Hasan.

“Ya gue lah, contohnya.” ungkap Hasan segera.

“Jawaban konyol.” Nila bereaksi.

“Sekonyol pertanyaannya.” Hasan menjawab segera.

Jawaban Hasan yang sebenarnya hanya menimpali, ternyata dianggap lucu oleh Nila. Iya, lucu. Hingga Nila pun tertawa. Bebas. Melepas penat yang terasa olehnya sejak mengetahui kenyataan bahwa mantan pacarnya selingkuh sebelum kemudian ia putuskan hubungannya. Yang paling baru, terjadi dua hari sebelumnya.

“Loe sendiri, kalo emang bukan cowok brengsek, kenapa masih jomblo aja?” tanya Nila setelah menghentikan tawanya.

“Ya karena gue bukan cowok brengsek.”

“Maksudnya?”

“Iya, karena gue bukan cowok brengsek, jadi perasaan gue cuma buat satu orang aja.” jawab Hasan. “Gue ga sembarangan jadian sama orang. Karena buat gue, begitu jadian ya kalo bisa seterusnya.”

“Sampe kawin?” tanya Nila tertarik.

“Enggak.” respon Hasan. “Nikah dulu baru kawin.”

Lagi-lagi, Nila tertawa. Kali ini, benar-benar lepas. Sementara itu, Hasan tersenyum melihatnya.

“Thanks ya, Hasan. Loe bisa aja bikin gue ngakak.” ucap Nila setelah tawanya berhenti. “You’re the one and only who can make me feels a lot better. Again. Siapapun cewek yang bakal jadian sama loe, beruntung banget, deh. She’ll the one and only for you.”

“Nope. You are.”

“Maksudnya?”

"You're the one, and only that I want to give all of my feelings." jawab Hasan.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *