Short Story #75: Kantong Ajaib

“Pinjem pulpen, dong..” Ita meminta pada Ari yang duduk di kursi sebelahnya.

“Nih..” ucap Ari sambil menyerahkan pulpen yang tengah digunakannya.

Tak lama setelah pulpen berpindah tangan, Ari merogoh salah satu
kantong di tasnya, dan mengeluarkan pulpen lainnya.

“Pinjem penggaris, dong..” Ita meminta lagi pada teman dekatnya sejak
kelas 1 SMA itu.

Dan tanpa perlu menoleh, Ari menyodorkan penggaris yang langsung diterima Ita.

“Pinjem kalkulator, dong..” Ita meminta barang lainnya.

Agak lama baru kemudian Ari menyodorkan kalkulator. Tapi lagi-lagi,
Ita tak perlu menoleh.

Ita kemudian asyik mengerjakan soal di lembar jawabannya. Begitupun Ari.

“Ari, kertas loose leaf gue abis. Loe ada cadangan, ga? Gue minta dong..”

“Bentar..” jawab Ari sambil membuka retsleting depan tasnya, lalu
mengeluarkan seplastik loose leaf yang masih penuh.

Ita berbalik untuk mengambil kertas, dan kemudian mengerjakan soalnya kembali.

Selang beberapa menit, Ita kemudian selesai mengerjakan soal-soal di
lembar jawabannya. Begitupun Ari.

“Udah, Ri? Gue kumpulin ya..” Ita langsung menarik kertas di depan Ari
tanpa menunggu jawaban.

Ari kemudian merogoh tasnya. Tak lama ia pun menuju keluar kelas yang
masih mengerjakan soal. Selepas membuka pintu, Ari menjumpai Ita di
luar.

“Thanks banget ya, Ri. Pulpen, kalkulator, dan segala yang gue pinjem
dari loe pas ngerjain soal tadi..” ucap Ita sambil mengembalikan
beberapa barang.

“Slow, Ta..” jawab Ari sambil tersenyum dan memasukkan barang-barang
ke dalam tasnya. Lalu ia mengeluarkan sekotak sandwich.

“Mau? Ini nyokap gue yang buat..” Ari menawarkan.

Ita pun mengambil sepotong. “Kantong ajaib banget ya tas loe.. Hampir
semua barang ada di situ.. Jangan-jangan ada anduk, sikat gigi, sama
sabun mandi..”

Ari membuka retsleting saku kiri dari tasnya. Lalu memperlihatkan
handuk kecil, sikat gigi, dan sabun mandi cair kecil.

“Wew..” Ita terkejut.

“Yah.. Begitulah..” ucap Ari.

“Tapi ada satu hal yang gue yakin ga ada di kantong ajaib loe itu..”

“Emang loe udah tau semua isi tas gue?”

“Ga perlu tau semua isi juga, gue tau kalo ada yang ga ada di situ.” kata Ita.

“Oh, ya? Emang apa?” Ari bertanya penasaran.

“Hati gue.”

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *