Short Story #59: Status

“Maksud kamu apa koq ngubah status kita?” teriak Lea sambil membanting
buku ke meja kantin.

Indra yang hampir terkejut, menyimpan sendok makanannya, lalu melihat
ke arah Lea.

“Lea, duduk dulu deh. Jangan teriak-teriak dong. Malu.” Indra berkata
dengan nada yang hampir berbisik.

Lea menatap sekitar kantin yang cukup sepi pada jam kuliah. Lalu
menatap Indra lagi.

“Jelasin dulu kenapa kamu ubah-ubah status kita!” teriak Lea lagi.

Indra menatap Lea yang sedang berdiri sambil menyilangkan tangannya di dada.

“Eng… Status apa, ya?” tanya Indra polos.

“Jangan belaga bego, deh! Pasti kamu sengaja kan? Biar bebas, ‘kan?” hardik Lea.

Indra sekilas melihat sekelilingnya. Walau hanya ada 1-2 mahasiswa
lainnya dan para penjaga kios di kantin, tapi sebagian besar mereka
melihat ke arah mejanya.

“Aku ga ngerti, Lea. Status apaan, sih? Duduk dulu deh. Tenang
dikit..” Indra memohon.

“Masa’ iya mahasiswa sepinter kamu, dengan IPK di atas 3, ga ngerti?” ejek Lea.

Mendengar sindiran seperti itu, Indra tak terpancing sama sekali untuk
marah. Ia justru menarik napas. Menatap Lea yang masih memicingkan
matanya dengan napas memburu.

“Eng.. Aku minta maaf. Aku beneran ga ngerti status apa yang kamu
maksud. Tapi apapun itu ya.. Aku minta maaf. Aku ga ada maksud apapun
buat bikin kamu sampe emosi gini..” ucap Indra pelan.

Lea menarik napas sambil menggelengkan kepalanya. “Status di facebook,
Ndra! Kenapa kamu ubah status in relationship jadi single?!?!”

Indra menelan ludah. Buru-buru ia meraba ponselnya di saku celana,
lalu mengeluarkannya. Sejenak, ia melihat ke layarnya.

“Eng.. Kaya’nya kepencet abis aku ngakses, dan masukin ke saku celana
tadi..” Indra menyodorkan ponselnya yang masih memperlihatkan tampilan
facebook ke arah Lea yang langsung merebutnya.

“Hhuuuh!!” geram Lea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *