Short Story #51: Mau Tau Aja Deh..

Nadia menutup pintu mobilnya sebelum kemudian masuk ke dalam salon.
Wajahnya terlihat lelah. Dalam hatinya ia berharap mendapat perawatan
yang bisa membuatnya segar kembali.

Setelah disapa resepsionis dan juga stylist langgananannya, Nadia
langsung masuk ke dalam ruang perawatan. Pedicure kuku menjadi pilihan
awalnya untuk hari itu.

“Ke mana aja, jeng.. Udah lama ih, yey ga pedicure..” tanya Bona,
pegawai salon bagian pedicure.

“Iya nih Bon, aku lagi sibuk sana-sini. Biasalah, ngasih konseling
panggilan.” jawab Nadia.

“Wah, yey jadi konsultan gitu? Hebat deh ih.” ucap Bona.

“Alah, biasa aja Bon. Kamu juga konsultan kan sebenernya. Konsultan
kecantikan.” Nadia menjawab seraya menyodorkan jemarinya untuk mulai
pedicure oleh Bona.

“Tapi kan eike konsultan di salon. Beda sama yey yang
melanglangbuana.” sahut Bona sambil mulai melakukan perawatan.

“Alah, melanglangbuana juga buat ketemu orang dengan masalah yang
sama. Lama-lama bisa bikin frustasi, Bon. Bisa ketularan gitu. Luckily
my status helped me out.” jawab Nadia.

“Koq bisa ketularan sih, cyin? Emangnya yey konsultan kesehatan?” Bona
penasaran.

“Semacam itulah..” jawab Nadia. “..mungkin tepatnya konsultan kesehatan jiwa.”

Bona tiba-tiba berhenti dengan muka terkejut. “Kesehatan jiwa?
Konsultan buat orang gila maksud yey?”

Nadia langsung terbahak-bahak mendengar pertanyaan Bona.

“Kalo aku ga berhasil, ya bisa jadi klien aku jadi orang gila, Bon..”
jawab Nadia sambil kemudian tertawa kembali.

“Ih, eike kan penasaran. Koq malah diketawain, sih.” Bona menggumam
ketus sambil meneruskan perawatan.

Nadia pun memelankan tawanya sambil kemudian menatap Bona.

“Aku penasihat pernikahan Bon.. Tugasku adalah nanganin masalah
orang-orang yang udah nikah..” ucap Nadia.

“Eh, emang penasihat pernikahan boleh orang yang single ya, nek?” tanya Bona.

“Maksud kamu?”

“Iya, cincin yey mana? Koq ga ada? Kalo penasihat pernikahan bukannya
harus orang yang ga single?” Bona berpendapat sambil melihat-lihat
setiap jemari Nadia.

Sambil mesam-mesem, Nadia menarik secara tiba-tiba jemarinya dari Bona.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *