Short Story #39: Lifetime Job

“Huah.. bete gue..” Santi menyimpan tasnya ke meja sambil menghempaskan badannya ke sofa empuk. Di depannya, Bima yang tengah browsing di laptopnya langsung menatap sahabatnya sejak SMA tersebut.

“Kenapa lagi di kantor?” tanya Bima.

Santi menghela napas. Ia memutar matanya sambil kemudian menegakkan badannya.

“Biasa, si nenek sihir berulah lagi.” jawab Santi.

“Disuruh bikin ramuan baru lagi? Atau diminta nyari bahan-bahan langka?” Bima menanggapi bahasa kode yang dimulai Santi.

“Gue disuruh ngadepin werewolf.”

“Hah?! Seriusan loe?” tanya Bimo yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Santi. “Terakhir kali kejadiannya udah berbulan-bulan yang lalu, ‘kan?”

“Dan gue kira udah kelar, ga taunya ini werewolf dateng dari company laen. Ya gitulah akhirnya, ga tau apa maunya tu werewolf, juntrungannya gue yang kudu ngadepin. Hhhh…” Santi mengakhiri ucapannya sambil membenamkan dirinya ke sofa.

Bima menatap sahabatnya sambil tersenyum kecil.

“Mau gue beliin kopi? Jimbo lagi ngasih setengah harga katanya, buat hari ini.” Bima menawarkan sambil menatap Jimbo di balik meja barista.

Sejenak, Santi tak menjawab melainkan dengan hembusan napas.

“Gue mau kerjaan laen aja kali ya.. yang ga perlu ngadepin ulahnya nenek sihir yang aneh-aneh, dan segala macam bentuk keajaibannya..” celetuk Santi. “Macam dapet pangeran tampan, jadi istrinya sekaligus puteri di hatinya, dan paling penting adalah terjamin untuk bahagia selamanya..”

Bima menatap Santi yang masih tetap terbenam di sofa dengan mata tertutup. Tak terpengaruh kondisi sekitarnya yang notabene adalah kedai kopi. Meski begitu, saat Senin malam kedai kopi yang dikelola Jimbo cukup sepi. Seperti sekarang ini.

“Sepertinya gue tau di mana bisa dapetin kerjaan gitu. Tapi ada syaratnya, sih.” jawab Bima santai.

“Di mana? Apaan syaratnya?” Santi tiba-tiba menegakkan tubuhnya. Ia terlihat sangat tertarik. “Jangan bilang, cuma di negeri dongeng ya…”

Bima tersenyum kecil. “Well.. ini dunia nyata sih, dan syaratnya adalah loe bakal keiket kontrak seumur hidup. Macam, lifetime job, lah..”

“Lah, emang apaan kerjaannya?” tanya Santi.

“Jadi istri gue.” jawab Bima sambil tersenyum.

6 comments

  1. Tapi permintaannya santi ya sederhana sih. Cuma gini: “Macam dapet pangeran tampan, jadi istrinya sekaligus puteri di hatinya, dan paling penting adalah terjamin untuk bahagia selamanya..”#eh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *