Short Story #282: Shared

“Curhat bener status lo.” Riko berkomentar sambil melihat layar ponselnya yang sedang membuka aplikasi pertemanan digital.

“Ehehehe… Boleh dong curhat dikit di sosmed. Kali-kali ada yang bisa bantuin dapet jodoh.” Meitha menjawab sambil mengambil potongan pizza lagi dari meja.

“Emang apa sih statusnya?” Violet penasaran sambil menoleh pada Riko. Ia malas mengeluarkan ponselnya untuk mengecek, terlebih saat sedang makan bersama di restoran umum.

“Kinda need someone to be shared.” Riko membacakan statusnya Meitha.

“Yaelah, curhatnya kok ya desperate amat.” Violet berkomentar.

“Ya abis, udah kelamaan jomblo nih gue.” Meitha menjawab.

“Baru juga 3 minggu kok ya udah lama.” respon Riko. “Kalo udah sampe bertahun-tahun kaya’ Chandra noh, baru kelamaan.”

Seketika Meitha dan Violet tertawa. Chandra, orang yang dimaksud hanya tersenyum kecil melihat ke arah tiga temannya sejak SMA. Meski candaan mereka kadang¬†nyelekit, ia masih senang dan sayang terhadap mereka.¬†Tapi…

“Mending lo ganti status lo, deh. Atau seenggaknya, lo hapus.” Chandra akhirnya angkat bicara.

“Lah, kenapa emang? Jangan bilang lo mau komentar ‘kalo curhat sama Tuhan aja.’?” Meitha merespon yang langsung diikuti Riko dan Violet terkikik.

“Nope.” Chandra langsung bereaksi. “Dasarnya kita orang Indonesia, ga pernah belajar detail gimana struktur kata dan kalimat di bahasa lain, Inggris misalnya. Kecuali mereka yang kuliah atau bikin penelitian mengenai bahasa tersebut.”

“Terus? Hubungannya sama status Meitha, apaan?” Violet penasaran.

Chandra menggeser piring makan pizza-nya sedikit, menatap ketiga temannya satu-persatu, lalu kemudian membenarkan posisi kacamatanya. Serius.

“Arti status lo bisa beda sama maksud yang lo pengen sampein.” Chandra memberitahu.

“Bukannya jelas artinya ‘semacam butuh seseorang untuk berbagi’?” Riko bertanya.

“Artinya bukan cuma itu, tapi juga ‘semacam butuh seseorang untuk DIBAGI.'” Chandra menjelaskan. “Kalo ntar mendadak ada pasangan yang udah menikah ngontak lo dan kemudian nawarin lo jadi istri poligami, gimana?”

Riko, Violet, dan Meitha diam. Mereka coba memahami maksud Chandra.

“Ada arti yang lebih nyeremin lagi, malah.” Chandra melanjutkan. “Kata ‘DIBAGI’ bisa juga diartikan ‘TERBAGI’ yang kalo artian sebenarnya adalah lo mau ada orang kebagi-bagi fisiknya. Kebayang ‘kan kalo ntar mendadak ada kiriman fisik orang yang ga lo kenal, hanya karena ada orang macam Hannibal Lecter yang baca status lo?”

Seketika Meitha menelan ludah sebelum kemudian membuka akun social media miliknya sambil diburu-buru oleh Violet dan Riko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *