Short Story #280: Damage

“Ternyata, kamu dateng juga.” Haylee menyapa Thomas, salah satu teman lelakinya saat SMA di acara reuni kecil-kecilan sekaligus silaturahim lebaran yang diadakan angkatan mereka.

“Well, aku ga punya alesan buat ga dateng secara emang lagi pulang.” Thomas menjawab santai.

Beberapa teman yang lain juga sesekali menyapa Thomas dan Haylee secara bergantian, sampai kemudian tinggal mereka berdua.

“Dateng sendirian?” Haylee bertanya.

“As you can see.”

“Pada di mana?”

“Jalan-jalan. Katanya mau explore aja kampungku seperti apa.” Thomas memberitahu. “Kamu tahu sendiri, yang paling gede suka banget jalan-jalan apalagi kalo banyak spot bagus buat foto-foto alami gitu.”

“Iya, aku ngikutin kok di instagramnya dia.” Haylee merespon. “Bakat motonya pasti turunan dari bapaknya.”

“Haha.. Ga mungkin lah, kalo turunan dari bapaknya, pasti kerjanya ga bakal jadi analis. Bisa jadi dia malah pengen kaya’ tantenya yang udah motret sampe keluar negeri.”

“Moto karena kerjaan itu ga asik tau, lebih asik kalo karena hobi.” Haylee berkomentar dengan sopan.

“Kapan ke mana lagi?” Thomas penasaran.

Haylee meneguk minuman ringannya sebelum menjawab. “Entah, mungkin taun depan. Sampe akhir taun aku mau break dulu, kalopun motret lebih karena aku pengen dan bukan karena kerjaan.”

“Hoho.. beda ya sama awal-awal dulu, ke manapun selalu disamber.” Thomas bereaksi. “Kalo udah punya nama, beda sih.”

“Semangatnya kan juga udah beda, dulu aku nyari pengalaman dan eksistensi, makanya nyamber apapun, no matter what.”

“Iya, bahkan aku aja ditinggalin.”

CLING! Suara bel kecil bergema di dalam kepala Haylee. Ia menduga-duga apa maksud ucapan Thomas.

“Dulu kenapa sih kamu ngebiarin aku pergi?” Haylee memancing.

Thomas diam sejenak. Ia berpikir apa saja yang sudah ia ucapkan. Lalu….

“Kamu ibarat layang-layang yang mulai terbang tinggi karena ada hembusan angin kencang, dan aku ibarat yang megangin layang-layang dengan tali tambang kasar dari daratan.” Thomas menjawab dengan majas.

“Aku ga pernah ngerti ucapanmu kalo udah pake kiasan begitu…” Haylee menjawab dengan suara datar, tapi jelas-jelas raut mukanya menampakkan kekecewaan.

“Aku cuma menghindari kerugian yang lebih besar.” Thomas langsung menjawab. Berusaha mendapatkan perhatian Haylee lagi. “Sometimes letting go avoids more damages that canĀ happened.”

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *