Short Story #279: Reasons

“What are you doing here?” Jamie baru sampai dan langsung bertanya pada Kayla yang tengah menunggu di kursi teras rumahnya.

“Nungguin lo.” Kayla menjawab singkat.

Jamie melihat Kayla dengan lengkap. Jaket, tas punggung, dan koper.

“Diusir?”

“Gue sukarela pergi.”

“Kenapa?”

Kayla tak langsung menjawab. Ia memutar bola matanya sambil mengangkat bahunya.

“Bisa masuk dulu ke rumah lo ga?”

“Ga bisa.” Jamie menjawab tegas. “Gue ga mau ada masalah di sini.”

“Don’t worry. All on me.”

“Jaminannya?”

Kayla diam.

“You’d be better go home.” Jamie menyarankan.

“Home is where my heart belong. And it is here, with you.”

“Lo cuma lari dari masalah.” Jamie memberitahu. “Sama seperti beberapa bulan yang lalu, dan setahun yang lalu.”

“Tapi-”

“Gue ga mau jadi pelarian lagi.” Jamie memotong.

Kayla diam. Ia terpukul sekaligus kesal. Tak ia sangka Jamie menolaknya, padahal ia sudah susah payah langsung ke situ setelah menyadari bahwa ia tak diinginkan lagi di rumahnya.

“Lo jadi tempat pertama yang aku tuju, setelah¬†gue terakhir kali nginjekin kaki di rumah.”

“Dan sebaiknya jadi tempat terakhir yang lo tuju, sebelom lo balik lagi ke rumah.” Jamie memberitahu.

“I had no more reasons to stay there. My relationship just end!” Kayla mulai histeris.

“When you are having a relationship then you had no more reasons to stay, that is exactly your main reason to do it.”

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *