Short Story #276: Same Page

“Sampe mana terakhir kali?” Aurora bertanya.

“Apanya?” Jones balik bertanya.

“Kita.” Aurora menjawab.

Jones tak menjawab dan hanya mengalihkan muka. Ia tidak menyangka jika Aurora akan menanyakan hal itu. Sama seperti ia tak menyangka jika akan bertemu Aurora hari ini, di bandara.

“Ayolah, buktikan kalo ingatanmu kuat, Jon..” Aurora mengiba.

“Malas aku.” Jones menjawab sambil sesekali memicingkan mata ke arah layar jadwal penerbangan. Berharap ia sudah dipanggil untuk masuk gate.

“Yaudah.. kalo gitu jadiin bukti kalo kita bisa jadi temenan baik deh, meski udah ga berhubungan kaya’ dulu lagi…” Aurora memancing.

“Having this such kind of conversation?” Jones menjawab seadanya.

“Kamu ga kreatif deh..” Aurora kehabisan kesabaran.

“Better don’t push your luck.” Jones memberitahu.

“Maksudmu?”

Jones menarik napas. Melihat arlojinya, sambil mengintip tulisan di boarding pass. Masih lama.

“Semuanya berubah.” Jones menjawab.

“Pastilah semuanya berubah. Kamu berubah, aku juga.” Aurora merespon. “Tapi aku pikir ada beberapa hal yang ga berubah di antara kita. Apalagi, kita masih bisa temenan gini.”

“Itu menurutmu.”

“Emang menurutmu gimana?”

“Ya ga seperti yang kamu bilang tadi.” Jones memberitahu. Coba menyudahi percakapan itu dengan beres-beres lalu coba berdiri.

“I thought we were on the same page..” Aurora berkomentar.

“That’s it.” Jones langsung merespon. “I move to every single new page everyday. Maybe that’s why we never matched since.”

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *