Short Story #262: Ramalan

“Abang lo jago ramal, ‘kan ya?” Syarifah bertanya pada Tika saat sedang berkunjung di rumahnya.

“Iya. Kenapa, mau diramal?” Tika bertanya balik tanpa memalingkan mukanya dari buku yang tengah dibacanya.

“Mau dong.” Syarifah tertarik.

“Gih, minta diramal sendiri sama orangnya. Mumpung dia lagi ada di rumah. Jarang-jarang lho dia ada di rumah siang gini.” Tika memberitahu.

“Wah, asyik!” Syarifah  langsung berdiri dari kasur di kamar Tika dan langsung menuju dapur.

“Bang Jo, sibuk ga?” Syarifah bertanya sambil melihat Jonathan yang tengah sibuk membuat minuman kopi.

“Engga. Kenapa?” Jonathan menjawab sambil menyelesaikan adukan kopinya dan meminumnya sedikit.

“Katanya Tika, Bang Jo bisa ngeramal. Aku minta diramal dong. Boleh?” Syarifah meminta dengan sopan.

“Oh, boleh.” Jonathan menjawab datar lalu menarik kursi meja makan, dan duduk. Syarifah pun duduk di kursi dekat Jonathan.

“Aku mau tahu ramalan buat besok dong, Bang.” Syarifah meminta. Siap untuk menyodorkan tangan atau apapun yang akan digunakan untuk diramal.

“Besok?” Jonathan bertanya yang langsung dijawab dengan anggukan Syarifah dengan semangat. “Besok suram.”

Syarifah diam. Ia sedikit kaget dan tidak siap dengan apa hasil ramalan Jonathan yang diucapkan dengan kalem.

“Itu…peruntungan, cinta, atau apa Bang?” Syarifah meminta konfirmasi. Berharap bukan sesuatu yang buruk.

“Overall sih.” Jonathan kembali menjawab singkat sambil minum kopinya lagi.

Syarifah diam sejenak. Dadanya berdebar-debar, mengira-ngira apa yang akan terjadi di hari esok sehingga dia akan mengalami sesuatu yang suram.

“Kalo boleh tau, gimana sih Bang Jo ngeramalnya?”

“Gampang. Liat aja tanda-tanda langit sama keadaan saat ini.” Jonathan kembali menjawab dengan datar.

Dada Syarifah semakin berdebar-debar. Gila, ramalannya udah pake tanda langit!

“A-aku mau tau dong Bang, besok sebenarnya bakal kejadian apa sih kok diramal suram gitu…” Syarifah terbata-bata.

“Oh.” Jonathan menyimpan kopinya di atas meja. “Besok ujan.”

“Apa hubungannya?” Syarifah langsung bertanya lagi karena penasaran.

“Ya dengan ujan, kan bikin suasana jadi gelap, trus jadi macet di mana-mana karena jalanan jadi rame dan kendaraan jalan pelan-pelan. Mood bisa rusak deh.” Jonathan menjelaskan dengan tenang.

“Eng… Bang Jo, itu ramalan aku apa ramalan apa sih?” Syarifah makin penasaran.

“Ramalan cuaca. Itu kan yang kamu pengen tau?”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *