Short Story #253: Bukan 4L4y

“Pinjem laptop lo dong, bentar.” Jim meminta.

“Ada tuh, di meja makan.” Sandra memberitahu sambil masih asik memotong-motong sayuran di dapur.

“Udah nyala?” Jim bertanya sebelum beranjak.

“Udeh.”

Jim kemudian pergi menuju meja makan, dan menggerakkan jemarinya di atas touchpad.

“San, passwordnya apaan?” Jim setengah berteriak.

“Nama gue ya, alay.” Sandra menjawab setengah berteriak juga dari arah dapur.

Jim kemudian menunjuk kursor ke arah isian password. Lalu mulai mengetik.

“San, passwordnya salah!” Jim setengah berteriak lagi.

“Bener kok passwordnya, nama gue alay!” Sandra menjawab juga dengan setengah berteriak dari arah dapur. Ia berhenti sebentar dari memotong sayurannya.

Lalu hening. Beberapa menit. Sandra menunggu.

“Bisa login ga?” Sandra bertanya dari arah dapur.

“Ga bisa, passwordnya salah mulu!” Jim berteriak tanpa beranjak dari depan laptop Sandra. “Lo ke sini deh mendingan, login sendiri. Udah gue tulis passwordnya sesuai yang lo bilang padahal..”

Sandra menyimpan alat-alat dapurnya, mencuci tangan, kemudian menuju meja makan. Jim menunggu sambil memperlihatkan layar laptopnya yang masih meminta password.

“Kenapa bisa sih passwordnya salah mulu, padahal udah gue kasitau juga…” Sandra mulai mengetik password sambil disaksikan Jim.

“Lah, kok lo ngetiknya 54Ndr4? Katanya passwordnya ‘nama gue alay’?”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *