Short Story #252: Jam Tangan

“Besok-besok tolong ingetin aku supaya ga beli jam tangan lagi di mall ya.” Ariana berkomentar sambil masuk mobil. Hendra, kekasih yang menjemputnya mendengarkan sampai kemudian Ariana duduk dan menutup pintu.

“Ditipu?” Hendra menebak sambil mulai menjalankan mobil.

“Ya gitu deh.” Ariana menghela napas kesal.

“Ga ada garansi?” Hendra bertanya lagi.

“Ada sih, cuman males aja karena garansinya harus diurus ke distributor resmi dan bukannya si toko jam. Udah gitu si toko jam juga ga mau bantu ngurusin garansinya pula.”

“Oh.” Hendra lanjut menyetir tenang sambil terus melihat ke jalanan.

Setiba di lampu merah. Ariana kembali mendengus. Kesal. Masih sebal.

“Emang gimana sih cerita lengkapnya?” Hendra bertanya lagi, kali ini menoleh ke arah Ariana karena sedang lampu merah.

“Tau kan jam tangan aku yang dual time itu?”

“Iya, terus?” Hendra penasaran.

“Masa, belom juga sebulan udah mati aja mesinnya. Mana garansinya susah.” Ariana kesal. “Udah kecil, mahal lagi.”

“Ya kalo mau murah dan gede, belinya jam dinding.” Hendra merespon sambil menjalankan mobilnya kembali.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *