Short Story #237: Kangen

“Don’t you miss anything from home?” Rudy bertanya pada Lena yang berada di pelukannya sejak tadi di atas ranjang.

“Hmm.. apa ya?” Lena memunggungi Rudy, namun masih berada dalam pelukannya.

“Anything?”

“Sepertinya ada.”

“Yaitu?” Rudy penasaran.

“I miss my husband.”

Rudy diam sejenak. Terkejut. Ia berpikir sejenak dan berusaha hati-hati dengan pilihan kata selanjutnya.

“So, why do you here? Cheating on him?” Rudy kembali bertanya dengan memaksakan agar nada suaranya terdengar tenang.

Lena mengangkat sebelah alisnya. Ia lalu duduk dan bersandar ke bantal di headboard ranjang. “Mmm… Aku sendiri penasaran.”

Rudy diam. Ia melihat perempuan cantik di sampingnya dengan sedikit rasa menyesal telah mengawali percakapan ini.

“Aku penasaran apa benar aku mencintainya.” Lena melanjutkan. “Apakah aku benar-benar mencintainya?”

Hening sejenak.

“Lalu?” Rudy penasaran.

“Ternyata, aku memang mencintainya. Dengan sepenuh hatiku.” Lena memberitahu.

Rudy kembali berusaha menenangkan diri. Kepalanya langsung memerintahkan hatinya agar tetap adem, sambil mengingatkan bahwa sejak awal memang seharusnya ia tak menambahkan perasaan terhadap hubungannya dengan Lena. Seperti yang telah mereka sepakati.

“Oke.” Rudy memberitahu. Ia pun menarik bantal dan duduk bersandar di headboard di samping Lena yang masih menatapnya.

“Tapi kalo lagi jauh darimu, aku kangen kamu, Rud.” Lena menambahkan sambil langsung memeluk Rudy. “Karena kamu memiliki tubuhku.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *