Short Story #236: Menyerah

“Baiknya kamu pikirin lagi keputusan kamu sebelom berjalan di lorong nanti.” Isabel memberi saran sambil menyisir rambut Katrina.

“Aku kira kita udah selesai bahas ini.” Katrina melihat Isabel yang berdiri di belakangnya dari cermin di depannya.

Isabel menarik napas. “Dia ga layak buat dapetin kamu. Kenapa kamu masih cinta sama orang yang nyerah buat dapetin kamu?”

Katrina menghentikan tangan Isabel yang tengah menyisirnya. Ia lalu menatap Isabel yang juga balik menatapnya melalui cermin.

“Dia ga nyerah. Dia cuman berhenti berusaha.” Katrina memberitahu.

“Itu sama aja!” Isabel bersikeras, lalu berbalik menuju sudut lain ruangan.

Katrina tersenyum. Ia lalu berbalik melihat sahabatnya sejak kecil tersebut.

“Beda.” Katrina memberitahu. “Jika dia menyerah, maka aku tahu dia adalah seseorang dengan nyali yang kecil. Tapi, jika dia berhenti berusaha mendapatkanku, maka aku tahu jika dia akan mengalihkan daya dan upaya yang dia gunakan untuk mendapatkanku kepada orang lain.”

Isabel terdiam. Mencoba memahami.

“Kamu ga bisa ngebiarin dia ngejar orang lain, ya? Makanya kamu akhirnya mau terima dia?”

“Biarpun selama ini aku ga pernah ngasih perhatian berlebih buat dia, dan selalu ada pria lain yang mampir ke hidupku, tapi… hanya dia yang selalu ada di dalam hidupku.” Katrina memberitahu. “Dia ga pernah pergi dari hidupku.”

“Dan itu penyebab kamu akan membiarkan dia untuk memilikimu?”

Katrina tersenyum kecil. “Engga. Aku yang nyerahin diriku kepada dia.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *