Short Story #232: Lebih Baik dari Kopi

Kevin menggeliat dan menggerakkan tangannya sambil masih tetap memejamkan matanya. Ia mencari-cari jam weker yang berbunyi.

KLIK! Dengan satu sentuhan kecil saja, bunyi jam weker yang memekakkan telinga Kevin berhenti.

“Mendingan kamu bangun biar ga telat berangkat.” Sandra berdiri di sisi ranjang Kevin sambil masih memegang jam weker.

Kevin membuka sebelah matanya dengan enggan.

“Aku rela kesiangan kalo pagi ini kamu masih ada perlu sama aku, San.” suara Kevin terdengar serak.

“Mungkin.” Sandra meletakkan secangkir kopi yang harum di meja samping Kevin. “Tapi mendingan kamu bangun dulu, jangan setengah tidur gitu.”

Kevin berbalik, lalu berusaha menarik badannya agar duduk dan bersandar di headboard ranjang.

“Kopinya harum. Pasti enak.” Kevin sedikit bergumam. “Seperti yang biasa kamu buat.”

Sandra duduk di ranjang dekat Kevin dan mengambilkan cangkir kopi lalu menyodorkannya. “Emangnya ada yang lebih baik dari secangkir kopi saat bangun tidur?”

Kevin mengambil kopinya, lalu meminumnya satu tegukan kecil.

“Ada.” Kevin memberitahu. “Bangun tidur di sampingmu.”

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *