Short Story #217: Jatuh Cinta itu Gampang

“Cukup. Aku ga mau jatuh cinta lagi.” Laura berkata. Raut mukanya tegas.

“Yakin?” Stephanie bertanya. Tak yakin terhadap ucapan teman sekamarnya tersebut.

“Iya. Aku yakin.” Laura menjawab. Genggamannya pada gelas minumnya mengencang.

Stephanie mendesah. “Well, kalo memang itu keputusanmu. Tapi jangan sampe kamu begitu karena kejadian yang baru-baru aja sama Abdul.”

“Maksudmu?” dahi Laura mengernyit. Ia menatap Stephanie yang tengah berdiri di sisinya sambil meneguk minumannya.

“Ya.. you know lah.” Stephanie menjawab singkat sambil kemudian berbalik dan membuka kulkas. Mengeluarkan sekotak susu putih untuk ditambahkan ke gelasnya yang mulai kosong.

Giliran Laura yang mendesah. “Jangan nge-judge cuman karena Abdul deh..”

Stephanie mengangkat bahu. “Ya.. yang aku liat kan kamu terpukul banget karena Abdul. Ga tau juga kalo ada pihak lain yang jadi penyebab.”

“Siapa yang ga terpukul coba kalo udah lama banget demen sama cowok, ngebet, ngejar-ngejar, sampe beberapa kali berusaha buat misahin sama cewek-ceweknya, eh… tau-tau suka sesama jenis.”

Stephanie tiba-tiba menyemburkan sebagian susu yang tengah ia minum dan masih berada di mulutnya. Untung, tidak ke arah Laura.

“Sorry… aku ga bisa ga ketawa kalo tau fakta betapa kamu udah mati-matian ngejar cowok.. and in the end dia ga suka cewek.” Stephanie memberitahu setelah mengelap mulutnya dan sebagian dapur apartemennya yang basah terkena semburannya.

“Well.. yang rugi dia.” Laura langsung merespon tanpa tercermin sedikit pun sebal karena semburan Stephanie.

“Anyway, aku jadi penasaran sih.. emang kenapa sebenernya kamu sampe mutusin ga mau jatuh cinta lagi…?” Stephanie bertanya. “…Yang mungkin di masa depan bakal berubah lagi.”

“Steph…” Laura memicingkan matanya.

“Ya.. siapa tau di masa depan kamu bakal jatuh cinta lagi? Bahkan cinta mati.” Stephanie menjelaskan. “Emang ga mau merit?”

“I’m not gonna respond about falling in love and marriage.” Laura memberitahu. “Tapi yang pasti, alasanku karena…. Jatuh cinta itu gampang, Steph. Gampang banget malah. Yang susah itu… nemuin orang yang pantes buat dicintai, dan orang itu pasti bakal nangkep kamu saat kamu jatuh karena cinta.”

 

NB: Short Story ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan LGBT.
NB lagi: Setiap orang berhak untuk jatuh cinta, kepada siapapun. 🙂

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *