Short Story #214: Fondasi

“Terus aja semuanya pergi.” Jenny berkomentar pendek.

Lina mencoba tetap fokus mengepak barang-barangnya.

“Tinggalin aja aku sendiri.” Jenny meneruskan kalimatnya. Kali ini sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

“I’m not leaving you.” Lina akhirnya merespon. Berdiri dan menatap ke arah yang sedang melihat ke arahnya.

“Trus, kenapa kamu tetep pergi?”

“Karena aku harus.” Lina memberitahu, lalu kembali mengepak barang-barangnya.

“Yeah, Fernando juga bilang gitu di malam terakhirnya dia di sini.” Jenny mendesah, lalu menyandarkan kepalanya ke kusen pintu.

“Let me tell you once again… I’m not leaving you. I’m just leaving this place.” Lina kembali memberitahu.

“Kenapa?”

“Karena….” Lina berhenti sesaat. “Terlalu banyak kenangan di sini. Aku ga bisa hidup dalam kenangan.”

“Tapi kenangan yang membuat kita tetap hidup. Kenangan akan masa lalu yang menjadi fondasi hari-hari kita selanjutnya, ‘kan? Ya ‘kan?”

Lina tak bisa menjawab. Dadanya sesak. Sesaat ia berhenti. Menunduk. Berusaha menyembunyikan penyebab matanya terasa pedih agar Jenny tak melihat.

“Aku harus pergi, Jen.” Lina kembali memberitahu. “Bagiku, terlalu banyak kenangan justru bakal bikin aku lupa kalo aku harus jalanin hari-hari aku selanjutnya.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *