Short Story #206: Passion

“Abis lulus SMA mau ke mana?” Anggi bertanya sambil meletakkan teh botol yang tengah diminumnya.

“Entahlah. Aku belum kepikir.” Rizal menjawab malas-malasan.

“Trus, yang lagi dipikirin banget apaan?”

“Ujian kelulusan.” Rizal menjawab lagi sambil kembali membaca buku pelajaran di tengah-tengah kantin yang ramai.

“Kamu masih takut ga lulus?” Anggi memburu.

“Iya.”

“Ga usah khawatir. Pede, belajar, dan bedoa.” Anggi menasihati.

“Ya.. itu udah aku lakuin sih, tapi tetep aja kalo parno tetep ada.” Rizal memberitahu tanpa mengalihkan pandangannya.

“Oh..”

“Emang, kamu lebih mikirin apa?” Rizal balik bertanya setelah beberapa saat.

“Aku sih lebih mikirin nanti, setelah lulus SMA.” Anggi memberitahu. Matanya bersemangat.

“Emang kamu mau ngapain? Ke mana?”

“Pindah kota kaya’nya. Kuliah, trus kerja sambil kuliah. Part time gitu.  Trus ngejar passion mungkin.”

“Emang apa passion kamu?” Rizal kembali bertanya.

“Aku pengen jadi flight engineer, kerja di airline bagian teknikal gitu.” Anggi memberitahu.

Mendengar rencana dari Anggi, seketika Rizal terpikirkan apa yang akan ia lakukan setelah lulus SMA.

“Aku sekarang tau apa yang bakal aku lakuin setelah lulus SMA.” Rizal memberitahu.

“Wah, emang apa?” Anggi penasaran.

“Ngejar passion juga, kaya’ kamu.”

“Yaitu?”

“Pindah kota juga seperti kamu. Ke mana kamu pergi, aku ikut.” Rizal memberitahu.

“Lho? Kok gitu? Emang passion-mu apa?”

Rizal diam sejenak sebelum menjawab. “Selalu berada dekatmu.”

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *