Short Story #193: Perempuan Lain

Natalia memandang wajah suaminya lekat-lekat sambil mengumpulkan keberanian untuk menanyakan hal yang sudah beberapa bulan ini mengganggunya. Kenapa suamiku begini, ya?

“Honey..” Natalia memanggil suaminya yang sedang tiduran di pahanya sambil menonton TV berdua dengannya.

“Hmm..” Peter, suaminya menggumam tanda merespon.

“Aku mau tanya sesuatu sama kamu.”

“Ya tanya aja.” Peter menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari TV.

Tuh kan, aku mau nanya aja ga diperhatiin. Dulu-dulu aja kalo aku manggil dikit, langsung ngeliat ke muka.

“Semua orang pasti berubah kan, ya?” Natalia bertanya.

“Iya. Semua orang pasti berubah. Entah itu jadi lebih baik, atau jadi lebih buruk.” Peter menjawab.

“Termasuk aku, dan kamu?”

“Iya, termasuk kamu, dan aku.”

“Trus, menurut kamu apa yang berubah dari aku?” Natalia bertanya.

“Hmm..” Peter menggumam sambil menggerakkan badannya sedikit, dari semula telentang menjadi agak miring. Tapi tatapannya tetap ke arah TV. “Kamu berubah jadi lebih montok. Lebih seksi.”

“Ah masa? Apanya?”

“Ya badannya lah.”

“Aku ga ngerasa makin seksi. Apalagi setelah melahirkan Sarah beberapa tahun yang lalu.”

“Ah kamu, Yang..” Peter merespon sedikit. Menggantung.

“Kalo kamu rasa, kamu berubah juga ga?”

“Sepertinya begitu.” Peter menjawab. “Menurut kamu apa yang berubah dari aku?”

Nah! Ini kesempatannya!

“Aku ngerasa kamu jadi kurang perhatian sama aku. Kamu berubah.” Natalia menjawab.

Sontak, Peter langsung mengalihkan pandangannya ke arah Natalia walau dalam posisi tiduran. “Kok kamu ngomong begitu? Ada apa?”

Natalia mendesah. Seperti ada beban berat di pundaknya.

“Aku ngerasa kamu perasaan kamu ga seperti dulu. Beda.” Natalia memberitahu.

“Beda gimana?”

“Beda seakan-akan rasa cinta dan perhatian kamu kebagi-bagi..” jawab Natalia yang langsung membuat Peter terdiam.

DUGAANKU BENAR!

“Ada perempuan lain, ya?” Natalia bertanya.

Peter mendadak bangkit. Ia mendudukkan dirinya di samping Natalia.

Pasti ada perempuan lain!

“Iya. Ada.” Peter menjawab singkat.

Perasaan Natalia seperti disambar kilat. Kepalanya pusing seketika, namun fisiknya masih coba mempertahankan kesadarannya.

Sambil mencoba untuk tetap tenang, Natalia memberanikan diri untuk menanyakan kembali sebuah hal yang perlu ia ketahui. “Si.. siapa perempuan itu?”

Peter menghela napas sebelum menjawab. AYO! KATAKAN SAJA!

“Sarah, anak kita.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *