Short Story #187: Dream Girl

“Rambut panjang sepunggung, tinggi, kurus, dan senang jalan kaki.” celetuk Sheila sambil meletakkan majalah hiburan ke atas meja. Carlo yang berada di depannya dari tadi, memperhatikannya tanpa suara.

Sheila kemudian menarik napas, sambil menggerutu pelan. Ia mengangkat kedua kakinya ke atas sofa sambil lalu menengadahkan kepalanya ke sandaran sofa. Melihat ke arah langit-langit.

“Kenapa sih, Yang?” Carlo akhirnya penasaran.

“Kamu suka cewek seperti itu, ‘kan?” Sheila balik bertanya tanpa bergerak dari posisinya.

“Eng.. ya.. aku suka. Tapi aku lebih suka kamu.” Carlo menjawab.

“Kok bisa?” Sheila menarik kepalanya lalu menatap Carlo lalu mencari posisi nyaman sambil melipat kedua kakinya di sofa.

“Ya.. kamu kan pacar aku.” Carlo memberitahu.

“Tapi aku kan ga sesuai kriteria itu.. Rambutku pendek sebahu, tinggiku nanggung, aku ga kurus, dan aku paling males kalo kamu ajak jalan kaki.”

“Ya.. iya sih.”

“Nah, trus kenapa kamu masih suka aku?” Sheila bertanya lagi.

Carlo diam tak menjawab.

Sheila kemudian menghela napas sambil menengadahkan kepalanya ke sandaran sofa. Membiarkan Carlo.

“Aku jauh banget ya dari kriteria dream girl kamu.” Sheila berkomentar.

“Lho, kok kamu bisa bilang begitu?” Carlo merespon. “Jangan gitu ah. I like you the way you are.”

Sheila kembali menarik kepalanya. Tatapannya sedikit tajam.

“Tapi aku ga sesuai kriteria kamu, Carlo! AKU BUKAN DREAM GIRL KAMU!” nada suara Sheila sedikit meninggi.

Carlo justru tersenyum sejenak sebelum menjawab. “Maybe you’re not my dream girl. Maybe you’re out of type that I would really like. But… you’re better than my dream girl.”

“Hah?”

“Iya. You’re better than my dream girl.. because you’re real.” Carlo memberitahu. “Because I have you with me, not just in my dreams.”

6 Comments

Leave a Reply to saifulmuhajir Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *