Short Story #183: Relatif

“Semua hal di dunia ini relatif.” Ali memberitahu.

Rara sejenak berhenti mengerjakan tugas kuliahnya, dan mulai menatap Ali yang sedang menatapnya sedari tadi di meja kantin.

“Jangan bilang kamu mau jelasin lagi soal teori ilmiah fisika atau apalah sejenisnya itu, ya..” Rara mengingatkan.

“Iya. Aku ga jelasin soal teori ilmiah fisika atau apalah sejenisnya itu..” Ali merespon.

“Bagus. Soalnya kalopun kamu jelasin, udah aku masih harus ngerjain tugas ini supaya masih boleh masuk kelasnya pak Sidik, aku juga ga ngerti karena kuliah aku bukan Fisika.” Rara memberitahu.

“Iya, aku tahu.” Ali menjawab.

Rara kembali mengerjakan tugas kuliahnya. Membiarkan Ali yang masih berada di depannya dan menatapnya.

“Contoh paling mudah tentang hal yang relatif itu waktu.” Ali berkata.

“Iya.” Rara menjawab tanpa mengalihkan konsentrasinya dari tugas yang tengah ia kerjakan.

“Seringkali kita mengukur waktu dengan hitungan tahun, bulan, hari, jam, menit, dan bahkan detik.” Ali melanjutkan.

Rara hanya berdeham pelan sebagai tanda ia mendengarkan.

“Tapi walau begitu, satuan waktu itu jadi bisa diabaikan kalo kemudian dilakukan perbandingan dengan perihal lainnya.” Ali menambahkan. “Salah satunya, perasaan.”

Rara mendadak berhenti sejenak lalu menatap Ali.

“I wonder where this conversation will be going.” Rara berkomentar pelan.

“Apa, Ra?” Ali langsung bertanya.

“Eh.. engga.. aku cuman penasaran aja apa contohnya kok kamu bisa bilang satuan waktu bisa diabaikan kalo dibandingkan dengan perasaan, dan apa hubungannya sama relatif?”

Ali tersenyum sejenak. “Begini, Ra.. Contohnya adalah satu hari. Menurut kamu, satu hari itu singkat atau panjang?”

“Menurutku? Satu hari itu biasa aja. Ga singkat, ga panjang. 24 jam lah pokoknya.”

“Nah.. kalo menurutku, satu hari itu bisa relatif singkat, bisa juga relatif panjang.” Ali memberitahu.

“Kok bisa? Ada hubungannya sama perasaan?” Rara penasaran.

“Iya.. ada..” Ali menjawab. “Bagiku, satu hari itu relatif singkat saat aku bersamamu. Sementara itu, satu hari relatif panjang kalo aku ga bersamamu.”

Mendengar kalimat terakhir Ali, Rara diam seakan kehabisan kata-kata.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *