Short Story #172: Siapa Bapaknya?

“Seinget bapak, pelajar sekolah berseragam dilarang masuk mal ini.” Ronald menegur Isabella, salah satu anak didiknya di sekolah.

Isabella berbalik dari kursi duduknya, lalu melihat Ronald, “Ah bapak. Kan ini udah bukan di jam sekolah. Lagipula, saya kan ga pake baju seragam.”

“Lah, itu roknya?” Ronald menegur lagi.

“Yailah, Pak. Rok ini sih motif batik, ga semua orang tau kalo ini rok sekolah.”

“Ckckck.. kamu ya, ngeles mulu.”

“Saya ga ngeles, Pak. Cuma ngasih fakta aja.” Isabella memberikan jawaban cerdas.

Dalam hatinya, Ronald mengakui bahwa muridnya ini memang cerdas. Minimal cerdas berbicara dan bercakap-cakap. Mengingatkannya akan waktu-waktu yang telah berlalu. Mengingatkannya akan seseorang.

“Kamu sendirian?” Ronald bertanya lagi.

“Engga, Pak. Sama mama saya.” jawab si Isabella.

“Oh.. Yang mana Mamamu? Kaya’nya tiap kali bagi rapot atau rapat POMG, mamamu ga pernah dateng.” Ronald mulai penasaran. Ia mulai lupa tujuannya ke food court mal.

“Iya Pak. Soalnya Mama sibuk. Kan dia supermom, ngurusin aku sendirian.” Isabella ceplas-ceplos. “Nah, itu dia dateng.”

Ronald menduga-duga apa yang dimaksud supermom oleh Isabella. Apakah mamanya single parent? Kalo cakep, lumayan nih bisa di-approach! Pas lah sama status gue!

Seorang wanita menarik namun usianya sudah se-Ronald, berjalan menghampiri meja yang tengah ditempati Isabella. Ia lalu menyapa Isabella, lalu menyimpan makanannya di meja. Sekilas, Ronald merasa mengenali wanita itu.

“Pak Ronald, ini mamaku. Mama, ini pak Ronald yang sering aku ceritain itu.” Isabella mengenalkan.

Sejenak kedua mata yang telah lama tak bersua, kembali bertemu. Membangkitkan percikan yang telah lama hilang. Memberikan desiran dalam hati.

“Halo, kita ketemu lagi.” ujar Ronald.

“Iya.” jawab mamanya Isabella. “Cantik, kamu beli makanan dulu, gih.” menyuruh ke Isabella sebelum Isabella menyadari kata-kata Ronald yang soal perjumpaan mereka lagi.

Tanpa diulang dua kali, Isabella pergi dari meja dan langsung antri membeli makanan. Sementara Ronald dan mamanya masih sama-sama berdiri dalam hening.

“She’s a smart girl. Siapa bapaknya?” tanya Ronald.

“Seorang pria, yang dulu pernah pergi dan kini bertemu denganku lagi. Sekarang.” jawab mamanya Isabella.

Tenggorokan Ronald mendadak terasa sangat kering.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *