Short Story #164: Bulan Purnama

“Nanti malam ada acara, ga?” Dea bertanya, sambil mengalihkan pandangannya sebentar.

“Emang kenapa?” Tono balik bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.

“Yaa.. siapa tau mau ke mana gitu.” Dea bertanya lagi. Memancing.

Tono berhenti bekerja sebentar. Ia melihat Dea yang sedari tadi berdiri di sampingnya, dengan sedikit menurunkan kacamatanya. “Ga ada acara.”

“Baguslah.” Dea segera berkomentar. Ia lalu kembali melihat ke sampel di mikroskop elektron yang tadi sedang ia lakukan.

“Tapi bukan berarti aku mau ke mana-mana, sih.” Tono berkata sambil mengolah data-data di laptop. Sontak, Dea langsung kembali melihatnya.

“Ga ada acara, tapi ga mau ke mana-mana? Trus, mau ngapain?” Dea keheranan.

“Entah. Di rumah aja kali.” jawab Tono datar.

Dea membuang napas sambil tetap melihat ke arah Tono yang tak melihatnya.

“Selalu gitu deh. Kamu susah banget diajak jalan keluar. Lab-partner macam apa ya kamu ini?”

Tono menoleh sejenak. “Emang lab-partner lain udah pernah kamu ajak keluar?”

“We’re talking about you, not me.” Dea mengelak. “Kamu juga kenapa suka menolak kalo aku ajak keluar?”

“It’s about timing.” Tono menjawab singkat.

“Maksudmu?”

“Nanti malam bulan purnama, Dea. Begitupun malam-malam lain di bulan-bulan sebelumnya.”

“Trus kenapa? Justru karena nanti malam bulan purnama, jadinya aku mau ngajakin kamu jalan. Kan ada festival purnama di lapangan deket poskamling di luar asrama.” Dea menjelaskan. “Beberapa kali aku ke sana, seru lho pasar malam pas di bawah purnama gitu.”

Tono diam sejenak dan menghela napas pelan.

“Kamu lagi belajar ilmu gitu ya? Yang ga boleh keluar rumah kalo lagi bulan purnama?” Dea menebak.

“Engga lah.. ga gitu.” Tono menjawab.

“Trus kenapa? Kalo bukan karena alesan mistis macam ngelmu gitu, masa’ iya bulan purnama kok ya selalu dihindari.” Dea berkomentar.

Tono kembali menghela napas.  “Kalo bulan purnama, biasanya aku berubah jadi serigala.”

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *