Short Story #157: Bohong

“Udah semuanya?” Lana bertanya.

“Udah.” Rio menjawab singkat.

“Beneran udah?” Lana memastikan.

“Iya. Beneran. Bagian mana lagi yang harus aku ulang dan pastiin kamu ga kelewat satupun faktanya?” Rio balik bertanya.

“Ya.. mana aku tahu. Kamu kan baru ngasih tau aku sekarang..” Lana berkomentar. “Padahal, kejadiannya udah sejak lama.”

“Justru karena udah lama, maka kamu harus percaya kalo semua itu udah lewat. Udah selesai.” Rio mencoba meyakinkan.

“Oya?”

“Iya. Dia cuman selewat aja, Lan. Aku juga ga pernah ngasih perhatian khusus.” jawab Rio. “Dan yang paling penting, aku nolak dia.”

“Begitu aja?”

“Iya. Begitu aja. Sesederhana itu.”

“How do I know if you’re not lying?” Lana bertanya lagi.

“You don’t.”

“Why?”

“Because only a liar who knows if someone’s lying.” Rio menjawab.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *