Short Story #154: Harapan

“Maybe it’s time to give up.” ucap Marissa sambil melepaskan tangannya dari genggaman Leo yang langsung menatap ke wajahnya, namun ia tak menatap balik.

“Kenapa?” Leo bertanya walau tahu setiap jawaban takkan bisa memuaskannya.

Marissa menarik napas, lalu menyandarkan badannya ke sofa. Ia mengalihkan pandangannya ke sebelah kiri. Ke arah jendela apartemen yang dibasahi oleh aliran air hujan sore hari. Menghindari tatapan Leo.

“Aku capek.” Marissa memberitahu.  “Aku capek harus ke dokter sana-sini, capek denger nasihat sana-sini, capek juga sama semua komentar! Capek!”

Giliran Leo yang menarik napas.

“Semangatnya ditambahin lagi dong, Sayang.” Leo coba menghibur. “Namanya juga usaha, ya pasti harus terus dicoba. Lagi, lagi, dan lagi dengan segala caara yang ada.”

“Tapi aku capek!” nada suara Marissa meninggi.

Leo diam sejenak.

“Jadi kamu maunya gimana?”

“Aku ga mau dokter sana-sini. Aku juga ga mau denger komentar apapun soal kondisi aku, kamu, ataupun kondisi kita.” Marissa langsung menjawab. “Kita yang jalanin berdua kok ya, yang ribetnya orang lain. Why don’t they just shut up their mouth?”

Leo beranjak dari duduknya. Ia kini berada di samping Marissa setelah semula berada di depannya.

“Tahu ga, aku sih ga pernah tuh dengerin apa kata mereka. Makanya kan, aku sih santai aja..” Leo memberitahu.

“Tapi mereka juga ga peduli kamu dengerin apa engga!” Marissa langsung menoleh. “Aku kan lama-lama juga panas nih telinga, karena denger hal-hal yang sama terus.”

Kali ini Leo tersenyum. Kecil. “Udah, biarin aja..”

“Komentar-komentar seperti itu seringnya bukannya ngebangkitin semangat, malah bisa nurunin semangat lho…” nada suara Marissa mulai bergetar. “Kadang.. aku mulai kehilangan semangat sama sekali. Kehilangan harapan.”

Leo tiba-tiba memeluk Marissa dari arah samping.

“Jangan kehilangan harapan dong, Sayang..” Leo memberitahu. “Karena harapan itu… kamu tetap percaya dan berusaha, walau mungkin susah untuk mewujudkannya.”

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *