Short Story #153: Mengejar

“Besok berangkat lagi?” Hilda bertanya sambil tiduran di kasurnya.

Seno menjawab dengan gumaman seraya tak berhenti melakukan aktivitasnya – memasukkan pakaian ke dalam koper.

“Aku kirain, ga jadi…” Hilda berkomentar.

“Kalo ga jadi, pasti aku ga bakalan beberes gini.” jawab Seno.

“Kali ini berapa lama?”

“Kalo semuanya lancar, paling 3 hari lagi aku udah pulang.” jawab Seno santai sambil kemudian masuk ke dalam kamar mandi, mengambil beberapa perlengkapan mandi.

“Oh…”

“Kamu mau aku bawain apa dari sana? Bolu? Pancake duren, atau apa?” tanya Seno ketika ia sudah kembali dari kamar mandi, lalu menyimpan perlengkapan mandi ke dalam kopernya.

“Ah.. aku ga gitu tau apa yang khas dari sana.” jawab Hilda santai sambil mengubah posisi tidurannya dari semula telungkup, menjadi telentang dan kemudian menggenggam ponselnya.

Seno bergerak ke sisi kasur dekat Hilda. Ia mengecup kening wanita yang telah memberinya anak-anak lucu.

“Kalo kamu ga pergi, gimana?” tanya Hilda.

Seno tersenyum. “Kamu tahu kan, kalo aku ga bisa gitu.”

“Iya, aku tahu. Makanya aku nanya. Siapa tau tiba-tiba aja kamu bilang hal yang berbeda daripada kata-kata yang udah kamu ucapin sejak 2-3 taun yang lalu itu.”

Seno tersenyum lagi, kali ini sambil kemudian ikut berbaring di sebelah Hilda dan memeluknya.

“Jangan gitu dong, Yang..” Seno membujuk.

Hilda tak menjawab. Ia menatap langit-langit kamar.

Seno kemudian memutuskan untuk tak melanjutkan membereskan kopernya, lalu berbaring di sebelah Hilda. Memeluknya. Mulai menciuminya. Di pipi, leher, pundak, dan berbagai bagian tubuh lainnya dari Hilda.

Hilda belum merespon namun membiarkan Seno menjelajahi setiap bagian tubuhnya.

“Kamu tau ga…?” Hilda bertanya.

“Apa?” Seno bertanya tanpa berhenti melakukan aktivitasnya.

“Kadang… saat kita terlalu asyik mengejar sesuatu yang ga kita punya, kita justru lupa dan ngelepasin apa aja yang udah kita punya..” Hilda memberitahu sambil kemudian merespon aktivitas Seno, setelah sebelumnya mengirimkan pesan bertuliskan ‘mulai besok kita FREE’ dan melemparkan ponselnya sejauh mungkin.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *