Short Story #146: Kontrak

“Besok kontraknya abis.” Audrey memberitahu ketika mobil yang dikemudikan Fadel berhenti di sebuah lampu merah. “Kamu udah dapet yang kamu mau, cewek yang bisa bikin ortu kamu sedikit lega..”

“Iya. Aku tau.” jawab Fadel segera tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan.

“Dan aku berharap aku dapet yang kamu janjiin ke aku di kontrak itu.” Audrey kembali memberitahu.

“Pasti. Pasti aku penuhi sesuai kontraknya.”

“Trus, udah gitu aja?” tanya Audrey sambil juga sama-sama memandang jalanan di depan.

“Maksudmu?” Fadel melirik sekilas ke arah Audrey sebelum kembali memperhatikan zebra cross yang mulai dipenuhi dengan sepeda motor.

“Iya, kontraknya selesai dan kita…. selesai?” tanya Audrey lagi. Kali ini ia menoleh, namun mendapatkan Fadel sedang melihat ke arah jalanan.

Fadel mendengus.

“Aku belum tau.” jawab Fadel setelah beberapa menit.

“Kenapa belum tau?” tanya Audrey segera.

“Karena…” Fadel mulai menginjak pedal kopling mobilnya, “…Aku ga tau sebenernya apa yang aku rasain ke kamu.”

“Kenapa bisa ga tau?” Audrey masih melihat ke arah Fadel.

Fadel melepas tuas rem tangan dan menginjak pedal rem.

“Entahlah.. mungkin karena terlalu banyak yang terjadi selama beberapa bulan ini.”

“Seperti?” Audrey masih terus bertanya.

“Seperti… perasaanku yang kini ga sama seperti waktu pertama kali kamu setuju buat jadi pacar kontrak aku.” jawab Fadel sambil melepas rem dan memasukkan gigi pertama sebelum kemudian melajukan mobilnya melewati lampu hijau.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *