Short Story #139: Aku Cuma Pengen Kamu Tau

Lily melihat lagi ke arah ponselnya. Memastikan pesan yang masuk benar-benar dari Leon, lelaki yang telah memikat hatinya.

Pelan-pelan dalam kegelapan rumah, ia menuju pintu depan. Membawa tasnya. Memegang jaketnya. Berharap tak ada kegaduhan yang timbul.

Tepat di saat ia memutar anak kunci pintu depan, ia mendengar suara.

“Ketemu Leon lagi?” ujar seseorang dari arah sofa.

Tanpa perlu menyalakan lampu, Lily mengetahui siapa pemilik suara itu. “Sejak kapan kamu duduk di situ, Mas? Aku kira kamu masih tenggelam di ruang kerja. Seperti malam-malam biasanya.”

“Aku ga pernah tenggelam di ruang kerja. Aku malah selalu di sini setiap kali kamu pikir aku ada di ruang kerja.” jawab Renaldi. Masih dari dalam kegelapan.

Lily menyimpan tas dan jaketnya ke lantai dekat pintu. Ia lalu menyalakan lampu dari saklar dekat pintu.

“Don’t stop me. Don’t even think to do it.” Lily memberitahu sambil melihat ke arah Renaldi yang tengah duduk dengan santai di salah satu sofa ruang tamu.

“I don’t.” jawab Renaldi singkat. “Aku bahkan ga pernah nyetop kamu juga sebelum-sebelumnya, ‘kan?”

Lily menarik napas.

“Maumu apa, sih Mas?” tanya Lily sambil menyandarkan dirinya ke arah pintu.

Renaldi mengubah kakinya yang bersilang sambil masih duduk.

“I want you to be honest. If you’re going to meet Leon, just say. I won’t stop you. I just want you to tell me. That’s the foundation of our relationship. Or.. it was.” Renaldi memberitahu.

“Kamu ga ngelarang, tapi kamu ngasih wejangan banyak banget.” Lily merespon dengan nada ketus.

“Seenggaknya itu yang masih bisa aku lakukan.”

“Tapi ga harus, toh Mas.”

Renaldi kemudian diam. Ia menatap Lily yang melihat ke arahnya dengan memicingkan mata sebal.

“Baiklah.” ucap Renaldi singkat sambil kemudian berdiri.

“Baiklah apa?”

“Baiklah. Aku turuti semua keinginanmu. Kalo kamu mau pergi, ya silakan pergi. Aku toh ga ngelarang. Ga usah bilang. Supaya aku juga ga usah susah-susah kelepasan ngasih wejangan.” jawab Renaldi datar dengan emosi yang dipendam.

“Nah..” celetuk Lily kecil saat Renaldi mulai hendak pergi dari ruang tamu.

“Tapi buat malam ini aku pengen ngasitau kamu sesuatu sih..” Renaldi berhenti sebentar dan berbalik melihat Lily yang menampakkan wajah cemberut.

“Tadi katanya ga mau ngasih wejangan lagi…” ucap Lily sebal.

“Aku cuma pengen kamu tau.. Kamu bisa jadi senang keluar rumah dan ketemu sama Leon, pria yang udah berhasil bikin kamu jatuh cinta lagi.” kata Renaldi, “Tapi, selalu ada pria yang bahagia ketika kamu kembali ke rumah, karena dia mencintaimu sepenuhnya.”

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *