Short Story #107: Gimana Kita Tau Kalo Ga Kita Jalanin Sendiri?

“San, sibuk ga? Gue pengen tanya sesuatu.” tanya Irma sambil tiba-tiba muncul di balik batas kubikel meja Sandra.
“Bentar. 5 menit lagi.” jawab Sandra singkat sambil tetap mengerjakan sesuatu di laptopnya.
Irma pun menunggu sambil tetap berdiri tanpa niatan mengganggu.
“Done!” jawab Sandra sambil memencet tuts “Enter”di laptopnya, lalu memutar kursinya menatap Irma yang masih berdiri di balik luar kubikelnya. “Anything important? By lunch, maybe?”
“Ga bisa nunggu lunch, ini. Musti sekarang juga.” jawab Irma sambil langsung masuk ke kubikel Sandra dan menarik salah satu bangku kosong terdekat.
“Wah.. jangan-jangan soal si ehem nih..” Sandra menggoda sambil menyibak rambutnya.
“Exactly.” jawab Irma sambil duduk di depan Sandra. Raut wajahnya menyiratkan kebingungan.
“Well, nothing’s wrong right?” tanya Sandra lagi.
Irma menarik napas. “Aku ga tau ini salah, masalah, atau apalah itu. Tapi yang pasti aku bingung.”
“Ada apa?”
Irma menghela napas.
“Aku takut..”
“Dari?” tanya Sandra segera. “Jangan bilang dari pernikahan..”
Irma menatap Sandra lekat-lekat. Sorot matanya menyiratkan jawaban.
“Kenapa?” tanya Sandra lagi.
Irma menggigiti bibir bawahnya. “I just don’t know what will happen on the marriage.”
Giliran Sandra yang menarik napas. Tapi ia kemudian tersenyum.
“Lalu, apa yang kamu pengen tanya sama aku?” tanya Sandra lagi sambil memutar cincin di jari manis tangan kanannya.
“Ya itu.. apa sih yang bakal terjadi setelah nikah. Aku takut aku bakal ga siap.” jawab Irma.
“Dari mana kamu tau kalo kamu bakal ga siap?” Sandra bertanya lagi.
Irma tak langsung menjawab. “Aku ga tau..”
Sandra tersenyum. “Banyak orang yang takut akan pernikahan karena ga tau apa yang akan dihadapi. Tapi, bagaimana kita tau apa yang akan dihadapi kalo ga kita jalanin sendiri?”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *