Short Story #103: Hatiku

“Hari ini kan, ya?” tanya Lily saat ia dan kekasihnya di suatu pagi
sambil menunggu kereta di peron stasiun.
“Hari apa?” Andre balik bertanya sambil menoleh ke arah Lily.
“Ya harimu. Your day.” Lily berujar.
“My day?” tanya Andre.
Lily gemas. Ia mencubit lengan atas Andre sambil kemudian berdiri di
depannya. “Ultahmu, Sayang..”
“Ah, masa iya?” tanya Andre tak percaya sambil kemudian melihat
tanggalan di arlojinya. “Oh iya, hari ini.”
“Yeee… ultah sendiri koq ya lupa.” ucap Lily.
“Ya gimana ga lupa, wong biasanya aku inget ultah itu sehari setelah
tanggal 28 Februari, kan. Kalo kabisat gini, ya jadi disorientasi hari
dan tanggalan toh..” jawab Andre sambil kemudian tertawa.
“Kirain lupa karena umurnya nambah tua.” Lily berceletuk yang langsung
menghilangkan tawa Andre.
“Maksudnya?” Andre berlagak serius.
Lily langsung memeluk Andre. “Aku bercanda, Sayaaaanngg…”
Andre tersenyum sebal sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain
dari peron. Membiarkan Lily memeluknya dan menatap tengkuknya.
“Ih, kalo ambegan nanti tambah tua, lho.”
“Biarin, wong nambah umur juga hari ini.” kata Andre segera tanpa menoleh.
“Hiiihh..” Lily melepas pelukannya. Dan ternyata, itu bisa membuat
Andre menoleh lagi padanya.
“Koq dilepas pelukannya?”
“Abis ambegan, sih..” jawab Lily.
“Alah, ambegan juga kamu suka. Mau juga jadi cewek aku.” Andre menimpali.
“Abis terpaksa, ga ada cowok laen yang nembak aku.” jawab Lily segera
dan bermaksud bercanda.
“Tuh kan, mulai lagi deh..” respon Andre dengan nada datar agak ketus.
“Duuhh… priaku ini koq ya ambegan banget deeehh.. mentang-mentang lagi
ulang tahun!” Lily mendekatkan tubuhnya lagi ke Andre. Kali ini ia
sambil memeluk leher Andre.
“Biarin. Abis bukannya ngasih apa gitu kek, malah ngegodain mulu.” ujar Andre.
“Ya udaaahh.. Kamu mau apa? Apa yang kamu pengen?” tanya Lily.
“Aku pengen… pengen apa, ya?”
“Tuh, kamu sendiri juga bingung pengen apa. Ya aku juga bingung dong
mau ngasih apaan…”
“Halah.. alesan kamu. Yang namanya kalo ngasih pas ultah gitu ya
harusnya yang bikin surprise kek. Apa gitu tanpa harus aku kasitau..”
Andre memberitahu.
Lily diam. Sepertinya ia tengah berpikir. Sambil menunggu, terdengar
pemberitahuan bahwa kereta yang akan mereka naiki sesaat lagi akan
tiba.
“Jadi jalan ga, nih?” tanya Andre.
“Ya jadi lah.. Kenapa, sih?”
“Ya abis, diem aja. Kirain saking bingungnya jadi diem mikir buat jadi
jalan apa enggak.” Andre berujar sambil tetap penasaran sekaligus
sebal.
“Aku tuh lagi mikir mau ngasih apa sama kamu..” Lily memberitahu.
“Oh ya? Emang apa?” tanya Andre sedikit berteriak karena kereta yang
akan dinaiki mulai masuk dan kemudian berhenti di peron.
Lily tak menjawab dan justru berjalan mendahului masuk ke kereta yang
cukup kosong. Tapi, genggaman tangannya dengan Andre tak ia lepaskan.
“Gimana kalo…. Hatiku?” Lily menawarkan sambil menarik Andre ke dalam kereta.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *