PRACTICE! PRACTICE! PRACTICE!

Practice Makes Perfect.
BERLATIH membuat SEMPURNA – kira-kira demikian artian harfiah dari kalimat sebelumnya yang saya tuliskan di atas. Mengapa demikian? Karena dengan BERLATIH terus-menerus, segala hal yang dilatih tersebut akan menjadi SEMPURNA. Karena dengan BERLATIH, kita akan lebih mengenal secara rinci apa yang kita latih tersebut. Lebih mengetahui apa yang kurang, dan apa yang lebih. Lebih tahu bagaimana cara mengatasinya.

Menulis sama halnya. Dengan BERLATIH menulis, kita tentunya akan menulis secara SEMPURNA. Karena dengan terus BERLATIH menulis, maka kita akan terbiasa membuat sebuah tulisan. Karena dengan BERLATIH, tulisan kita akan terasah dan juga menjadi lebih baik, karena kita tentunya bisa menganalisa dan melihat perbedaan yang terjadi dari setiap tulisan kita.

BERLATIH, pada intinya adalah melakukan hal yang sama secara berulang-ulang, dalam jangka waktu tertentu dan periodik. Jadi, BERLATIH itu harus dilakukan secara kontinyu, karena jika tidak maka percuma saja BERLATIH tersebut. Hal yang sama di sini, juga berarti kita harus FOKUS untuk terus BERLATIH. Jangan sampai, pikiran kita mudah dialihkan oleh hal-hal lain yang membuat kita lalai BERLATIH.

Orang-orang yang terus BERLATIH, tentunya akan menjadi orang yang SUKSES. Orang yang memiliki KESEMPURNAAN. Contohlah Thomas Alfa Edison, yang BERLATIH terus membuat bola lampu hingga 6000 kali, sebelumnya akhirnya BERHASIL membuat bola lampu yang SEMPURNA. Contoh pula Ir. Soekarno yang terus BERLATIH orasi dan pidato meski di dalam penjara sekalipun, hingga akhirnya dia BERHASIL menjadi Presiden RI yang pertama!

Dalam dunia menulis, tak terlalu beda. Contohlah J.K. Rowling yang menghabiskan berlembar-lembar tisu kertas di sebuah kafe untuk menulis, hingga akhirnya dia berhasil menciptakan seri Harry Potter yang fenomenal itu. Jadi, dengan BERLATIH kemampuan kita akan terasah dan menjadi LEBIH BAIK, dan TERBAIK.

Trus, kalo BERLATIH menulis, harus ngapain aja?
Jawabannya, sudah ditulis sebelumnya. Tapi ya, oke mari dibahas lagi.

Jika kita memutuskan untuk BERLATIH menulis, maka hanya ada dua hal yang harus kita lakukan. FOKUS, dan KONTINYU! Fokus berarti, kita harus tetap BERLATIH menulis dalam hal yang sama. Jika kita ingin menulis fiksi, maka teruslah BERLATIH menulis cerita fiksi. Jika kita ingin menulis biografi, maka teruslah BERLATIH menulis biografi. Dan lain-lain. Hal ini tak lain agar kita mengetahui di mana kekurangan dan kelebihan kita dalam hal tersebut, kemudian direnungkan sambil diperbaiki pada tulisan selanjutnya.

KONTINYU atau BERKELANJUTAN, juga menjadi hal yang penting dalam BERLATIH menulis. Hal ini karena, jika kita BERLATIH menulis tapi tidak sambung dan rutin, maka skill menulis kita bukannya terasah, tapi mudah tumpul kembali. Dianalogikan seperti pensil, jika sering dipakai maka pensil akan diraut kembali dan akhirnya semakin pendek. Tapi, dia berhasil menghasilkan banyak coretan. Dibanding, pensil yang tak pernah dipakai, tetap dibiarkan tajam, tapi tidak ada coretan yang dihasilkan.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Bisakah Anda menerapkan agar Anda tetap BERLATIH secara FOKUS dan BERKELANJUTAN?

Billy Koesoemadinata
Penulis – Jurnalis – Blogger (wannabe)

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *