Browse By

Short Story #358: Terbiasa

TOK! TOK! TOK! Pintu apartemen Agnes setengah digedor. Dengan mata yang masih perih karena kantuk serta kepala yang pening karena belum sadar sepenuhnya, Agnes berjalan enggan dari kamarnya ke depan. Agnes melihat sejenak melalui lubang intip di pintunya untuk melihat siapa yang membangunkannya sepagi itu.

Short Story #357: Di Sana Selama Ini

“Di mana lagi yang harus aku tanda tangani? Sudah semua, ‘kan?” Indra bertanya sambil melihat ke arah arlojinya. Ia terlihat antara sebal karena lelah atau ada acara lain. Tapi satu hal yang pasti, ia ingin agar semua ini lekas tuntas. “Sebentar.” Pramita membereskan dokumen-dokumen yang baru selesai Indra tandatangani ke

Short Story #356: Ruang

Mira baru akan mengetuk pintu apartemen Sakti ketika Sakti membuka pintu dan hendak keluar dari dalamnya. Selanjutnya mereka justru saling diam menatap canggung. “Eh, kamu..” Sakti akhirnya angkat bicara. “Hai..” Mira menyapa. “Mau masuk?” “Ya mau ngapain lagi?” Mira menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Meski bukan itu

Short Story #355: Kenangan

“Seru kali ya kalo hidup di masa depan.” Joanna berandai-andai. “Kamu pikir kita sekarang hidup di masa apa?” Felicia menjawab sambil menutupi matanya yang silau diterpa mentari senja. “Present. Masa sekarang.” Joanna menjawab sambil menoleh. “Karena waktu itu relatif, bisa juga yang kamu sebut sekarang itu sebenarnya masa

Short Story #354: Partner

Dewi menutup pintu setelah mempersilakan seorang pria pamit dan keluar dari apartemennya. Ia lalu berbalik ke arah Devi, adiknya yang belum mengubah posisi duduknya di kursi sofa ruang depan. “Gimana? Oke?” Dewi lalu duduk di kursi sebelah Devi. “Sejauh ini, ceklisnya yang paling banyak.” Devi menjawab