(Fast &) Furios 6: Villains, Tank, and (of course) Cars

Fast & Furious 6

All roads lead to this. Begitu bunyi tagline sekuel ke-5 dari film The Fast & The Furious ini. Pertama baca tagline itu, ga sempet mikir macem-macem, kecuali kalo sekuel ini bakal jadi lanjutan yang terjadi di film sebelumnya – Fast Five, dan juga kemunculan lagi tokoh yang sempet (dikira) mati di Fast & Furious (film keempat/sekuel ketiga) – Letty. Sesuai dengan premis yang dibentuk oleh trailernya.

Udah, gitu doang. Sesederhana itu. Dan soal Owen Shaw (dan Joe Taslim yang jadi komplotannya)? Itu sih mikirnya sebagai “just another villain that will perfectly fit the movie.”

Udah, segitu aja? Iya. Kalopun ada yang kepikiran lagi ya paling penasaran sama perannya Joe Taslim di film itu. Bakal seperti apa sih, kalo aktor beladiri Indonesia main di sebuah film yang termasuk salah satu seri sukses buatan Hollywood?

Ada lagi? Ya.. ada sih, tapi ga seperti pemikiran-pemikiran di dua paragraf sebelumnya. *halah*

Anyway, ternyata pendapat yang bilang “make low expectations, and you’ll be surprise” itu benar adanya. Iya, seperti harapan saya terhadap film (Fast &) Furious 6 ini. Dari pemikiran-pemikiran saya yang ga gitu ngarep macem-macem, akhirnya saya emang beneran kagum dan cukup terkesan dengan filmnya.

Betul, film Furious 6 ini emang layak buat ditonton (siap-siap bisa jadi ada spoiler). Ada jagoan, ada penjahat, aksi kejar-kejaran mobil, aksi ledakan, aksi tembak-tembakan, dan juga twist. JUGA ADA TANK! Semua yang dibutuhkan sebuah film laga.

Dan juga, ada satu hal yang selalu ada (CMIIW) di setiap film Fast & Furious, yakni balapan mobil dengan taruhan. *tapi belom nemu link youtube-nya nih*

Plus ada scene Joe Taslim yang menghajar Tyrese & Sung Kang di Waterloo. (awas SPOILER!)

Tapi, ada beberapa hal yang masih ngegantung dan kurang, terutama dalam soal cerita. Iya, ceritanya kurang menggigit ketimbang film keempat (Fast & Furious) atau kelima (Fast Five). Ya, sah-sah aja kan saya bilang begitu? Kan saya juga nonton. :mrgreen:

Anyway, ada beberapa hal yang agak “rancu” atau menggantung dari film ini, antara lain: (awas ada spoiler ya!)

  1. Kalo emang Hobbs itu dari badan keamanan internasional, kenapa kaya’nya dia ga punya tim seperti di Fast Five?
  2. Kalo Owen Shaw itu jago dan lebih bos daripada Braga (penjahat di Fast & Furious – film keempat), kenapa dia malah ngelakuin sendiri semua aksi kejahatannya, dan bukannya kaya’ Braga yang lebih nyuruh kaki tangannya?
  3. Kalo emang ada penyusup di timnya Hobbs berupa Riley, kenapa timnya Owen Shaw harus susah-susah nyuri data soal timnya Dom Toretto ke Interpol? Bukannya lebih gampang lagi kalo lewat Riley itu?
  4. Trus di penghujung film, KENAPA kok tiba-tiba semua mobil yang dipake bisa ada harpoon (atau apalah itu namanya) yang bisa dipake buat nembak pesawat?

Jadi, itu pendapat saya. Kalo sampe kelak jadinya ga nonton filmnya karena kebanyakan spoiler, ya it’s your choice. Karena kalo saya sih, ada spoiler atau engga, ya.. saya tetep nonton filmnya. KARENA SAYA EMANG MAU NONTON.

Eiya, kalo komentar istri saya soal film Fast & Furious 6 ini begini: “Ya wajar aja jagoannya kalah berantemnya, ya cuma jago balapan doang tapi ga jago berantem kaya’ penjahatnya.”

NB: poster filmnya dari sini.

Kamu udah nonton Fast & Furious 6 belum?

11 comments

  1. yg ak bingung lagi Shaw itu sebetulnya lbh jago drpd semua jagoannya hahahaha

    harusnya habis itu semua di pertengahan cerita kl filmnya beneran terjadi =)))

  2. Aku lebih suka Fast Five, dan so far itu adl yg paling bagus dr deretan film Fast & Furious. Ceritanya lebih menarik dan adegan actionnya juga menarik tanpa ledakan2 bombastis kayak di FF6 ini.

Leave a Reply to Billy Koesoemadinata Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *