Coaching Menulis #004: Mulai & Lakukan

Segala persiapan sudah dilakukan untuk menulis, mulai dari mendapatkan ide, mengembangkan ide, hingga menyusun plot tulisan. Beberapa riset pun sudah dimulai untuk lebih memperkaya tulisan yang akan dibuat. Lalu apalagi? Nah, inilah saatnya untuk memulai dan melakukan penulisan.

Coaching Menulis #004: Mulai & Lakukan

Segala sesuatu dimulai dari nol. Bilangan, gedung, bahkan lukisan pun dimulai dari nol yang berupa kanvas kosong. Dan, begitu pula sebuah tulisan. Dia pun dimulai dari nol, kosong, hampa. Oleh karena itulah penulisan yang paling baik adalah tulisan yang dimulai dari nol.

Bagi kebanyakan orang, memulai sesuatu dari nol adalah sebuah hal yang sangat sulit. Karena untuk memecahkan telur berupa angka nol tersebut diperlukan usaha yang sangatlah besar. Karena untuk membuat sebuah angka berubah menjadi nyata yang lebih dari nol, diperlukan segenap konsentrasi dan fokus pada ide dasar yang menjadi fondasi sebuah maksud. Dan, tulisan pun seperti itu halnya.

Ketika akan memulai untuk membuat sebuah tulisan, kita dihadapkan pada sebuah kertas kosong ataupun layar kosong yang memiliki tampilan serupa kertas kosong di depan komputer. Huruf pertama, ataupun kata pertama menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Kenapa? Karena umumnya terlalu banyak yang dipertimbangkan! Entah itu mengenai apakah akan berhubungan dengan tulisan seluruhnya, ketakutan akan gagal, dan masih banyak lagi. Padahal, ada satu kata kunci yang sangat efektif untuk mulai menulis.

Bagaikan Belajar Sepeda

Menulis itu bisa diibaratkan dengan anak kecil yang belajar menaiki sepeda. Segala teori, dan juga contoh telah berhasil didapatkan sebelum belajar menaiki sepeda. Tapi kemudian, ketika pertama kali menaiki sepeda – belum menjalankannya, rasa ragu dan takut pun muncul. Tak berani, takut jatuh, takut salah, dan masih banyak lagi rasa takut lainnya.

Biasanya, seorang ayah ataupun ibu atau kakak dan teman yang cerdas akan terus berusaha menenangkan agar si anak tetap berani untuk belajar menaiki dan menjalankan sepeda. Tak lain, hal itu dimaksudkan agar rasa takut, ragu, dan macam-macam lainnya bisa hilang dengan seketika dan digantikan dengan rasa berani. Dan kemudian, perlahan-lahan rasa berani untuk menaiki dan menjalankan sepeda pun timbul serta diiringi dengan rasa penasaran pula.

Sambil masih dipapah dan dibantu untuk terus menjalankan sepedanya, anak kecil itu pun lambat laun makin berani untuk menjalankannya sendiri. Dan, setelah hatinya diliputi oleh tekad yang penuh, maka ia pun akan bisa menjalankan sepedanya sendiri tanpa harus dipapah ataupun dibantu.

LAKUKAN SAJA!

Sengaja subjudul ini saya pilihkan huruf besar semua sebagai penyusunnya dan disertai dengan tanda seru. Tak lain, subjudul ini juga merupakan sebuah seruan dan juga ajakan untuk lebih serius dan langsung saja melakukan menulis. Karena begitu kita bisa memulai sebuah tulisan, umumnya selanjutnya tinggal sebuah cerita lalu, alias akan lancar.

Dan, kata tersebut pun saya harapkan bisa menjadi sebuah sugesti positif yang akan bisa memotivasi kita untuk memulai menulis. Mulai saja penulisan berdasarkan ide yang sudah terbentuk, dan tak perlu takut akan apa pun! Bahasa yang digunakan, bisa saja dengan bahasa sehari-hari. Entah itu prokem, gaul, dan banyak lagi. Struktur kalimat pun tak perlu dirisaukan! Karena pada prinsipnya menulis adalah sebuah kegiatan kreatif yang harus bisa mendobrak aturan-aturan baku.

Pertahankan

Banyak orang bilang, mempertahankan itu lebih sulit dibanding meraih. Perkataan tersebut seringkali dikaitkan dengan sebuah piala, kejuaraan, prestise dan prestasi. Tapi, itu pun juga dikaitkan dengan semangat dan motivasi. Apalagi dengan semangat dan motivasi untuk menulis.

Memulai dari nol memang susah, tapi tetap meneruskan hal yang dimulai dari nol itulah yang susah. Kenapa? Karena kegiatan menulis bagi kebanyakan orang juga dipengaruhi oleh mood. Dan, ketika mood sudah tak bagus, tentu tulisan pun takkan bisa dilanjutkan dan diselesaikan. Lalu, apa solusinya?

Satu kata. DISIPLIN.

Sebuah kata yang juga menjadi unsur salah satu kampanye nasional itulah yang menyebabkan hanya beberapa nama besar saja dalam ranah kepenulisan. Karena penulis-penulis yang terkenal itu mengenali dan mampu mendisiplinkan diri mereka untuk terus menulis. Keep learning, keep practice, because it makes perfect.

Sudahkah Anda memulai sebuah tulisan?

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *