Coaching Menulis #002: Mengembangkan Ide

Seri kedua postingan Coaching Menulis, kali ini adalah mengenai Mengembangkan Ide. Setelah mendapatkan ide di postingan pertama minggu kemarin, tentunya sebuah tulisan akan menjadi lebih baik ketika ide tersebut diejawantahkan menjadi sebuah susunan yang tertib, yang nantinya akan menjadi sebuah landasan pakem yang akan ditulis, serta menjadi tolak ukur pengembangan tulisan. Karena dengan sebuah pakem tentunya tulisan akan menjadi lebih mudah dikerjakan dan diselesaikan.

Coaching Menulis #002: Mengembangkan Ide

Mengembangkan ide pada dasarnya serupa dengan membuat kerangka tulisan. Hal ini merupakan kegiatan yang susah-susah gampang. Kenapa? Karena untuk sebagian orang membuat kerangka tulisan sangatlah mudah, semudah mendapatkan ide itu sendiri. Biasanya, kemudahan membuat kerangka tulisan tersebut dikarenakan ide dasar tulisan yang akan dikerjakan mudah untuk dikembangkan karena memiliki banyak sekali sumber daya.

Lalu, bagaimana jika pengembangan ide untuk membuat kerangka tulisan itu ternyata susah? Langkah mudahnya adalah dengan mencicil satu persatu ide-ide tambahan yang relevan terkait dengan ide dasar tersebut. Dengan menambahkan sebanyak mungkin ‘kata kunci’ berupa ide-ide tambahan relevan, membuat kerangka tulisan tentunya akan menjadi lebih mudah. Oleh karena itulah, kesusahan dalam membuat kerangka tulisan adalah hal biasa yang harus dihadapi agar tulisan yang akan dibangun dari ide dasar menjadi lebih mudah dikerjakan. Lebih baik bersusah di awal dibanding bersusah di akhir bukan?

Contoh Membuat Kerangka Tulisan

Baiklah, mari kita mencoba membuat kerangka tulisan sebagai contoh, yang sekaligus dikerjakan dengan cara mudah yang telah disebutkan sebelumnya. Yakni dengan mencari ide-ide tambahan relevan yang terkait dengan ide dasar tersebut.

Sebagai contoh, mari kita ambil ide dasar,

TARIAN

Apa yang langsung terlintas di kepala ketika membaca atau mendengar kata-kata tarian? Jikalau belum ada satu pun, coba renungkan selama 5 menit, dengan menggali setiap ingatan yang pernah dimiliki dan berada dalam memori kepala Anda.

Sudah 5 menit? Sudah ada ingatan yang muncul dalam kepala? Oke, sediakan secarik kertas dan juga sebuah pena atau pensil untuk kegiatan selanjutnya.

Sudah sediakan kertas dan juga pensil atau pena? Sekarang, langsung saja Anda tuliskan kata-kata atau ide-ide yang muncul dalam kepala Anda di kertas tersebut. Tumpahkan segalanya, termasuk juga ide-ide atau kata-kata yang tak biasa, aneh, dengan bahasa yang tidak baku – bahasa Anda sendiri, dan lain-lain. Intinya, apa pun yang Anda pikir berkaitan dengan TARIAN dan muncul di kepala Anda, tuliskanlah di sana.Tak perlu ditulis berurutan, tak perlu juga ditulis secara rapi. Yang penting, keluarkan segalanya.

Berikut, contoh apa isi kepala saya yang muncul dan berkaitan dengan TARIAN,

saman, kecak, bali, daerah, asli, penari, stripper, striptease, porno, baju adat, wanita, cewek, leak, aceh, jawa, sunda, indonesia, salsa, classic, waltz, tap dance, michael jackson, pop, dance, pom pom, lenso, cheerleader, bung karno, kerajaan, roman, dongeng, puteri raja, pangeran,….

Oke. Sepertinya 3 baris yang saya tuliskan itu cukup banyak. Apakah milik Anda juga sebegitu banyak? Atau, lebih banyak lagi? Dan sekarang, mari kita coba buat kerangka tulisan yang tepat berdasar ‘kata kunci’ yang terlontar dari ide-ide relevan yang terlintas dalam kepala setelah mendengar apa ide dasar yang ditetapkan. Tak perlu menggunakan seluruh ‘kata kunci’ tersebut, tapi cukup ambil beberapa yang saling mengait agar lebih mudah dikerjakan.

Berikut, contoh pengembangan ide untuk membuat kerangka tulisan yang saya ambil berdasar ‘kata kunci’ milik saya.

Tarian,

  1. Tarian memiliki berbagai jenis, yakni tradisional dan modern.
  2. Contoh tarian tradisional antara lain saman, lenso, kecak.
  3. Contoh tarian modern antara lain waltz, classic, pop, dance.
  4. Beberapa contoh aplikasi tarian adalah pada cheerleader yang menggunakan pom-pom.
  5. Dan, salah satu dancer/penari sukses adalah Michael Jackson yang menciptakan tarian energik di setiap lagunya.

Kurang lebih dari sebuah ide dasar berupa Tarian, kemudian dapat berkembang menjadi sebuah ide yang memiliki 5 kalimat utama, yang masing-masing dapat menjadi topik menarik untuk menjadi tulisan, ataupun kelimanya disatukan dalam sebuah tulisan yang masing-masing saling mendukung. Bahkan, 5 sub ide yang telah dikembangkan tersebut bahkan dapat dikembangkan menjadi judul bab dalam tulisan yang akan dikerjakan.

Sudahkah ide tulisan Anda siap dikembangkan agar menjadi tulisan yang lebih menarik?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *