Coaching Menulis #001: Mendapatkan Ide

Baiklah. Ini saatnya saya untuk memulai sebuah posting berseri di blog ini, setelah sekian lama vakum dan hanya memindah beberapa postingan lama dari blog yang lain. Serta, di postingan berseri pertama ini, saya ingin mengucapkan semoga postingan saya ini berguna, dan mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan. Ini semua berdasar apa yang saya alami, saya dapatkan, dan saya pahami mengenai menulis. Jika ada komentar dan feedback, silakan disampaikan agar apa yang saya bagikan menjadi lebih baik.

Baiklah, mari kita mulai di postingan pertama pada seri ini.

Coaching Menulis #001: Mendapatkan Ide

Bagi kebanyakan orang, mendapatkan ide untuk menulis tidaklah mudah. Mereka berpendapat bahwa untuk mendapatkan ide untuk menulis, diperlukan waktu khusus, sebuah kontemplasi yang benar-benar terkonsentrasi. Tak lain itu dimaksudkan agar menulis pun menjadi lebih menyenangkan.

Mau tahu apa kata saya mengenai pendapat tersebut? Saya bilang,

“MENDAPATKAN IDE ITU MUDAH! TAK PERLU WAKTU KHUSUS!”

STOP dulu aktivitas baca Anda di postingan ini, dan renungkan baik-baik selama kurang lebih 5 menit kalimat yang telah saya tandai dengan tebal sebelumnya.

Sudah? Perlu tambahan waktu? Apakah Anda setuju dengan kalimat saya tersebut? Ada pertanyaan yang muncul?

Baiklah.. silakan simak lebih lanjut postingan saya ini.

Yang mendasari kenapa saya bisa mengucapkan kalimat berhuruf tebal tersebut, adalah karena ide bisa didapatkan kapan saja, di mana saja, dari mana saja. Kejadian mendapatkan ide tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan, karena ide bisa berawal dari hal-hal kecil yang kemudian dimatangkan menjadi lebih besar dan bermakna.

Oke, contohnya seperti berikut ini…

Contoh Fiksi

Andaikan suatu ketika kita ingin menulis mengenai sebuah novel fiksi, perjalanan hidup seorang tokoh selayak roman, namun ingin berbeda dengan yang sudah-sudah ada macam Laskar Pelangi, dan sebagainya. Tentu, biasanya kita akan menciptakan seorang tokoh nyata ataupun mencari sebuah tempat yang berada nun jauh di sana untuk kemudian kita tuliskan. Betapa sulitnya bukan untuk mendapatkannya? Padahal, kalau kita lebih membuka mata, telinga dan hati, ide untuk menulis cerita tersebut tak perlu sulit.

Pernahkah kita di saat akan berangkat beraktivitas memperhatikan keadaan sekitar kita? Entah itu pelajar sekolah yang akan berangkat, karyawan, tukang ojek, tukang pos, sopir bus, kernet, hingga pengamen dan pengemis di pinggir jalan? Pernahkah Anda memperhatikan dengan seksama setiap orang tersebut hingga mengetahui detil dari mereka?

Setiap tokoh ataupun karakter yang kita lihat dan temui sehari-hari tersebut, adalah sumber inspirasi dan juga ide yang bisa dikembangkan. Karena dengan mengamati hal yang lebih dekat, tentu akan memudahkan untuk mengembangkan ide tersebut, dibandingkan kita mengawali semua dari sesuatu yang benar-benar fiktif.

Non-fiksi

Hampir sama halnya dengan menulis secara non-fiksi, ide pun bisa didapatkan dari keseharian kita. Karena dengan dengan mengambil latar non-fiksi, tentu kita akan lebih mudah dalam mengembangkan ide dan juga menuliskannya karena dia sudah nyata, dan kita tinggal menyajikan fakta-fakta tersebut.

Perlu bukti (lagi)? Baiklah.. simak yang berikut ini.

Apakah Anda menyimak berita belakangan ini? Pasti tentu tahu mengenai kisruh KPK dan juga pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, mulai dari Kejaksaan, Kep0lisian, Pengusaha kelas kakap, dan masih banyak lagi. Dengan mengambil momen ini, tentu ide yang bisa diambil antara lain (misalnya) “Cara-cara Mengurus Kasus Pidana”, “Cara-cara Menghindari Korupsi” dan masih banyak lagi.

Dari sekian ide yang muncul tersebut, akan menjadi lebih menarik lagi jika disajikan menjadi sebuah tulisan mendalam yang dibarengi investigasi secara menyeluruh. Investigasi yang dilakukan pun tak perlu mendalam seperti seorang jurnalis, tapi cukup melalui pandangan seorang warga masyarakat yang peduli akan persoalan tersebut.

Tuliskan

Setelah mendapatkan sekian ide yang menarik dan bisa dijadikan sebagai landasan tulisan Anda, maka segeralah tuliskan ide tersebut sebelum menguap pergi. Itulah pentingnya sebagai seorang penulis (wannabe mungkin), untuk selalu membawa alat pencatat. Minimal milikilah notes kecil beserta pulpen. Atau gunakan kecanggihan seperti menyimpan notes di ponsel Anda. Karena tanpa menuliskan ide tersebut, maka proses kreatif yang telah dilakukan oleh kepala kita akan menjadi sia-sia belaka.

Sudahkah Anda mendapatkan ide untuk menulis hari ini?

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *