Category: coaching

Coaching Menulis #014: Konsistensi

Ya, akhirnya saya memperbaharui kembali blog menulis ini. Setelah pembaharuan (update) terakhir sudah berbulan-bulan yang lalu. Tak lain, karena memang saya akui, beberapa kesibukan membuat saya sulit untuk menyentuh blog ini dan memberikan materi yang benar-benar sesuai. Belum lagi, pelaksanaan Coaching 101 yang ternyata tidak selancar seperti rencana. Tapi ya, itulah tantangan yang harus saya

Coaching Menulis #013: Kenapa Menulis?

Melalui materi ke-13 ini, saya dengan resmi memulai angkatan kedua dalam Coaching Menulis yang saya sediakan lewat program Coaching 101 di blogs http://billykoesoemadinata.wordpress.com. Angkatan kedua ini akan berjalan selama kurang lebih 1-3 bulan sesuai dengan durasi pilihan materi yang dipilih oleh peserta Coaching 101. Menulis adalah sebuah kegiatan menciptakan karya. Melalui karya tulisnya, pencipta yang

Coaching Menulis #012: Tawarkan ke Penerbit

Tak terasa, ternyata saya sudah melewatkan 1 minggu tanpa materi coaching menulis. Wah, saya sangat menyesal! Entah kenapa, saya menghadapi banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan di tanggal yang sama. Tapi, walau demikian mudah-mudahan materi Coaching Menulis ini bisa mengobati rasa kecewa tersebut. Memulai untuk menulis, bagi kebanyakan orang memang sulit. Tapi kemudian, ketika proses

Coaching Menulis #011: Bungkus!

Layaknya sebuah perjalanan, sebuah permulaan pastinya akan diakhiri dengan sebuah penghabisan. Begitu pula proses menulis, karena sesuatu yang berawal akan lebih baik jika memiliki sebuah akhir. Namun, akhir sebuah proses menulis merupakan awal yang baru bagi proses selanjutnya. Menulis, adalah sebuah perjalanan yang melenakan penulisnya sehingga terus membuatnya tetap berkutat dengan tulisannya. Ide dan segala

Coaching Menulis #010: Self Editing

Sudah berapa banyak tulisan Anda? Sudah seberapa jauhkah pengembangan ide dasar Anda dalam tulisan? Sudah berkembang menjadi berapa bab, sub bab, halaman, atau sudah menjadi berapa ribu karakter dan kata? Tak ada patokan yang tepat mengenai berapa angka yang harus dicapai untuk sebuah tulisan. Karena, sebuah tulisan adalah sebuah produk yang dibuat oleh penulisnya untuk

Coaching Menulis #009: Diksi ~ Pemilihan Kata

Pertama-tama, saya mau mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2010. Semoga di tahun yang baru ini, kita semua dilimpahkan rezeki, kebaikan dan segala perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan selanjutnya, silakan menikmati lanjutan coaching menulis. 😉 Mulutmu, harimaumu. Idiom yang merupakan warisan budaya tersebut, kurang lebih berarti apa yang kita ucapkan adalah hal-hal yang bisa jadi

Coaching Menulis #008: Pancing!

Struktur penulisan sebuah buku umumnya terdiri dari bab-bab, subbab, dan juga seksi dari setiap buku. Bagi buku fiksi, umumnya pembagian struktur tersebut cukup sampai dengan bab yang direpresentasikan dengan penomoran atau juga disertai dengan judul bab. Tapi, berbeda dengan buku non-fiksi, struktur bisa terdiri menjadi sub-sub yang lebih kecil daripada subbab dan seksi. Coaching Menulis

Coaching Menulis #007: Simplify ~ Sederhanakan

Jum’at kemarin adalah hari libur. Dan, karena hari libur itulah sebuah kebetulan terjadi. Yakni, saya tak dapat terhubung dengan koneksi internet sehingga tidak bisa memberikan materi coaching. Bagi para pembaca sekalian, saya meminta maaf atas kesalahan tersebut, dan berikut ini adalah materi coaching lanjutan yang saya muat di blogs ini. Selamat membaca! Coaching Menulis #007:

Coaching #006: Gaya Bahasa/Tutur & Kutipan

Apa yang membedakan sebuah tulisan dengan tulisan lainnya? Apa yang membedakan sebuah novel dengan novel lainnya? Apa yang menjadi diferensiasi dari seorang penulis dengan penulis lainnya? Apa yang membuat sebuah media tetap bertahan dengan tulisan-tulisan di dalamnya? Jawabnya mudah, yaitu gaya bahasa/tutur. Coaching #006: Gaya Bahasa/Tutur & Kutipan Tahu perbedaan Kompas dan Tempo? Kedua media

Coaching Menulis #005: Look Around

Mari kita rehat sejenak dari hal-hal teknis yang berkaitan dengan tulis-menulis. Saya mengajak untuk rehat tak lain agar pikiran dan juga kepala kita tak terus-menerus dikungkungi oleh “pekerjaan” dan diganti oleh hal-hal yang menghibur. Nah, bagaimana kalau kita jalan-jalan? Tapi, tempatnya biar saya yang menentukan karena akan berkaitan dengan coaching kali ini. Coaching Menulis #005: