Browse By

Smooth Experience with Korean Air

Udah lama ga nulis terkait jalan-jalan alias ngetrip, mau coba mulai lagi ah sekarang. 🙂

Sekitar medio Desember 2013 lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung ke Korea Selatan – tepatnya Seoul dan sekitarnya, terkait dengan pekerjaan. Karena saya udah cukup lama ga ke wilayah bumi dengan 4 musim dan waktu persiapan yang cukup mepet sementara masih banyak yang harus diurus, akhirnya urusan visa dan juga tiket perjalanan diserahkan ke salah satu agen perjalanan. Ya, mengurangi satu pikiran lah.

Singkat cerita, setelah urun rembuk dengan rekan-rekan satu kelompok perjalanan-pekerjaan, akhirnya dipilihlah Korean Air sebagai maskapai yang akan digunakan untuk perjalanan pergi-pulang. Pertimbangannya banyak, mulai dari waktu keberangkatan yang sesuai, rekomendasi dari agen perjalanannya, sampai dengan harga. Tapi kali ini yang bakal saya omongin lebih ke pengalaman di perjalanannya ya, bukan detail lainnya.

Hari H keberangkatan, setelah mengantisipasi akan terjadi banjir bandang lagi – pada waktu itu beberapa hari sebelumnya Jakarta banjir di sana-sini, tiba di bandara Soekarno-Hatta dengan jarak 6 jam dari jam buka check-in. Setelah menunggu rekan sekelompok dan menghabiskan waktu, akhirnya sekitar 2 jam sebelum take off, mulai masuk untuk mengantri check in. Di sini pengalaman smooth dimulai.

Group check-in. Pilihan ini sangat membantu untuk saya dan rekan-rekan, karena barang bawaan kami yang cukup banyak serta agak repot kalo harus mengantri satu-persatu. Serta, rencananya memang di pesawat hendak meminta kursi yang berdekatan – rencana awalnya ya supaya mudah mengobrol. Semuanya berjalan lancar dan cepat.

Masuk ruang tunggu sampai dengan boarding, ga ada cerita berarti. Lebih berarti lagi saat mulai boarding, karena menjumpai air crew-nya tak semuanya warga Korea, tapi ada juga dari Melayu dan Indonesia. Ketauan dari mana? Jelas karena nanya, dong. :mrgreen: Kan buat mastiin, kalo butuh sesuatu di flight nanti terkait makan-minum atau entertainment services, ada yang mudah diajak ngobrol. 🙂

Smooth take-off. Hampir ga berasa bump sama sekali. Setelahnya perjalanan di udara juga nyaman dengan pilihan makanan yang ramah dengan perut – saya lupa persis saya order makanan apa, yang pasti bukan Korean. Juga penawaran alkohol dengan cara sopan – menanyakan apakah memang minum atau tidak.

Air crew yang cakap. Minimal dalam berbahasa Inggris, serta berbahasa Melayu dan Indonesia – untuk yang crew dari Melayu-Indonesia. Mungkin memang karena saya udah lama juga ga naik pesawat yang lebih dari 6 jam ke negeri dengan bahasa aslinya bukan bahasa Inggris, jadinya kalo nemu air crew yang cakap bahasa Inggris, semacam takjub gituh. 😛

Perjalanan malam yang memang sengaja dikondisikan agar bisa kill time di perjalanan, terasa nyaman juga dengan Korean Air. Pilihan in-flight entertainment yang up-to-date – pada waktu itu, mendukung buat saya yang cenderung susah untuk tidur lebih dari 1 jam jika sedang dalam perjalanan. Kecuali ya, kalo emang sebelum naik pesawatnya udah capek bingits. *eh*

Jelang landing di Seoul, Korea, baru ketauan kalo ternyata air crew yang bisa berbahasa Indonesia tersebut adalah pramugari dari Garuda Indonesia yang sedang “pertukaran karyawan” ke Korean Air. Saya sempat heran, karena meskipun sama-sama maskapai besar dan punya trayek (halah) Jakarta-Seoul, kok pramugarinya tuker-tukeran gitu. Di kemudian hari, baru saya tau kalo “pertukaran” itu mungkin adanya, karena kedua maskapai tersebut berada di grup SkyTeam.

Smooth landing. Satu-satunya hal yang saya ingat sebelum landing adalah pengumuman dari pilot untuk penumpang serta aba-aba “prepare for landing” untuk air crew. Setelahnya? Suara lepas seat-belt dan pemandangan Incheon Airport yang mulai bersalju dengan langit yang masih gelap. Iya, bump pada saat landing ga berasa banget. Hal ini tak hanya diakui oleh saya, melainkan juga oleh rekan-rekan seperjalanan.

Perjalanan pulang beberapa minggu kemudian dengan Korean Air pun mendapati pengalaman yang kurang lebih sama. Baik itu saat masih di ground sebelum berangkat, take off, in flight, sampai dengan landing. Benar-benar sebuah strategi yang apik – dan sudah seharusnya dilakukan, oleh Korean Air.

So, Korean Air? Smooth experience for me.

2 thoughts on “Smooth Experience with Korean Air”

  1. Fahmi says:

    Hahaa, baru tahu kalau ada yang namanya pertukaran karyawan 😀 mungkin buat belajar pengalaman yang berbeda kali ya? E tapi Udah kayak mahasiswa atau pelajar aja, ada pertukaran segala XD

  2. warm says:

    perjalanan yg menarik, saya sih entah kapan ke negeri 4 musim hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: