Browse By

Short Story #77: Some Hero

“Gue ga ngerti kenapa job offer itu loe ambil.” Dea memberitahu Niko, teman kuliahnya.

“Lho, kenapa?” tanya Niko segera.

“It doesn’t make any sense. Loe nolak kontrak kerja di perusahaan minyak, cuman buat.. buat… supir ambulans?” ucap Dea.

Niko tertawa sambil kemudian meminum minumannya. Ia menggeleng-geleng sejenak sambil kemudian menatap Dea di sampingnya.

Di tengah ramainya meja bar, Niko mendekatkan kursinya pada Dea.

“Bukan sopir ambulans, paramedis lebih tepat.” Niko memberitahu.

“Apapun, intinya loe bakal bawa ambulans ke mana-mana, dan selalu siap-siaga kalo ada panggilan gitu, ‘kan? Can’t you just have normal job?”

Niko tertawa lagi.

“Maksud loe, kerja di pengeboran minyak, di tengah hutan atau laut, ga kenal jam buat kerja, itu kerjaan normal?” Niko balik bertanya.

“Well, they pay better.” jawab Dea segera.

Niko kali ini tersenyum, tapi ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

“It’s not about money.” kata Niko.

“Terus, soal apa?”

Niko menarik napas. “Ini soal panggilan dari hati loe. Soal apa arti loe sesungguhnya buat hidup ini. Dan, gimana loe mau dikenang, in good or great ways.”

“Ga ngerti.”

“Simpelnya gini, rasanya enak ga kalo loe udah bisa bantu orang jadi lebih baik?”

Dea menggoyangkan kepalanya sedikit. “Iya, sih.”

“Nah, jadi paramedis pun seperti itu. Nolongin orang yang lagi kesusahan, yang tiba-tiba kena sakit di tengah jalan, bawa orang dari tempat dia sakit ke rumah sakit, itu salah satu bentuk bikin mereka jadi lebih baik. Bantu mereka buat jadi lebih sehat. Nolong mereka, itu bisa bikin hati loe lega.” Niko menjelaskan. “And somehow it feels good when we’re being remembered as the one who help others.”

“Some hero?” tanya Dea.

“Mungkin. Tapi gue ga milih buat diingat seperti itu. Cukup sebagai “helper”.” jawab Niko.

Catatan penulis: Cerita ini terinspirasi dari serial "Trauma".

3 thoughts on “Short Story #77: Some Hero”

  1. maling cluring says:

    yeah.. begitulah, dan untuk mengikuti kata hati adalah butuh keberanian yg besar.—Suatu ketika, Niko tidak lagi bekerja di RS itu, setelah sebelumnya 2 tahun mengawal mobil ambulan, dan 1 tahun membawa mobil jenazah, kini Soni harus menjadi supir taksi premium, tentunya dengan tips yg juga premium. Tugas pertamanya dimulai dengan segela kesiapan dan kelengkapan yg sempurna, bukan masalah yg merepotkan karena Soni memang tipikal orang yg disiplin.Beberapa menit meninggalkan gerbang armada taksinya, terdengar panggilan dari radio duplexnya untuk segera menjemput calon penumpang. segera ia menuju gedung BNI46.Seorang wanita belia dengan stelan standar pegawai di kawasan itu benar2 mampu membuat pesona sekaligus kesan angkuh naik 140%.Tanpa menunggu Soni membukakan pintu penumpang, gadis itu langsung membuka pintu sambil mengatakan arah tujuan kemana Soni harus mengantarkannya. setelah itu hening. Soni langsung melaju kearah yg dimaksud oleh gadis tadi, diam dan konsentrasi penuh. pokoknya Soni banget deh yang cool dan awesome. Soni nampak sangat menikmati pekerjaannya.tiba ketika melintasi daerah Benhil, nampak si gadis belia penumpangnya itu menggeser pandangannya ke salah satu gedung, justru gedung di sisi kanan jalan bersebrangan dengan arah lajur taksi yg ditumpanginya, nampaknya dia teringat akan sesuatu hal.sambil menyentuh pundak Soni dengan lembut, diapun berkata “didepan nanti tolong putar arah, antar saya ke KembangGoela sebentar”.Soni yg tengah berkonsentrasi pun amat terkejut, secara refleks dia mengijak rem dalam-dalam hingga laju taksinya menjadi oleng sambil mengeluarkan suara berdecit yang sangat miris betapa pedih teriakan ban yang tergores dalam dengan permukaan aspal yg panas itu.si wanita menjadi panik sambil sambil berteriak iapun memaki sekenanya kepada sang sopir taksi, lalu ia pun memutuskan untuk pindah ke taksi lain danmenolak membayar argo taksinya Soni.setelah beberapa saat Soni pun dapat menguasai keterkejutannya, ia kembali dapat melihat situasi dengan jernih dan mulai tersenyum-senyum lalu kemudian tertawa terbahak-bahak.”siyal!.. gw kirain gw kirain yg nyolek dan ngomong di belakang gw tadi mayat yg lagi gw anterin, hahaha… bener-bener kejutan hari pertama kerja yang paling gokil!..”

  2. maling cluring says:

    ups.. semoga itu bukan komen terpanjang yg pernah diposting di http://billykei.posterous.com

  3. Billy Koesoemadinata says:

    @maling itu komen terpanjang ling. bahkan bisa jadi post terbaru. *jitakin maling*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: