Browse By

Short Story #73: Tanggung Jawab

TOK! TOK! Pintu kamar Sandra diketuk.

Sandra membuka pintu. Seorang lelaki ada di sana. Melihatnya dengan haru.

“Sudah saatnya..” ujar lelaki itu.

“Baiklah..” jawab Sandra sambil keluar dari kamar dan menyambut tangan
lelaki itu.

Sambil berjalan perlahan melewati ruangan demi ruangan, Sandra
memegang lengan lelaki itu erat. Memegang dengan kedua tangannya
seakan ia takut jatuh.

“Kamu ragu?” tanya lelaki itu setengah berbisik sambil melihat ke arah Sandra.

Sandra menggeleng pelan. “Tidak.”

“Bagus.” ucap lelaki itu. “Tapi andaikata kau ragu, aku…”

“Tidak. Aku tak apa-apa.” potong Sandra segera. “Aku hanya gugup..”

Sambil terus berjalan, Sandra bisa melihat dari ujung matanya bahwa
lelaki itu tersenyum kecil.

“Wajar..” kata lelaki itu pelan. “Bahkan mungkin sudah seharusnya..”

Sandra menghela napas.

“Ini kan pertama buat aku..” kata Sandra.

“Aku tahu..” respon lelaki itu.

Sayup-sayup terdengar irama penuh harmoni.

“Sudah dekat.” lelaki itu bergumam.

Sandra tiba-tiba menghentikan langkahnya. Lelaki itu ikut berhenti. Ia
langsung melihat ke arah Sandra.

“Take your time, Sandra. No rush.” lelaki itu menghibur.

Entah, tapi dada Sandra seakan sesak. Matanya mulai berkaca-kaca, tapi
air matanya ia tahan agar tak tumpah.

“Harus seperti ini, ya?” tanya Sandra sambil menatap lelaki itu.

“Mungkin..” jawab lelaki itu mantap. “Tapi, andaikata…”

Sandra menggeleng.

“Aku takut..” ucap Sandra.

“Jangan takut.. Ini kan pilihan kamu.. Aku gapapa koq.” jawab lelaki
itu menangkap maksud Sandra.

“Tapi.. Kita…”

“Sstt..” lelaki itu mencium kening Sandra. “Selama ini aku bisa
survive. Kenapa setelah ini ga bisa survive?”

Sandra tak dapat menahan air matanya lebih lama. Pipinya pun berlinang air mata.

“Terima kasih..” ucap Sandra sambil tersenyum. “Udah bikin aku seperti ini..”

“Itu kan tanggung jawab aku.” jawab lelaki itu. “Dan sebentar lagi,
akan ada lelaki lain yang bertanggung jawab akan kamu..”

Sandra memeluk lelaki itu. Erat.

“Tanggung jawab aku hanya beberapa langkah lagi. Hanya sampai kamu
tiba di depan sana dan bersanding dengan pilihan kamu.” bisik lelaki
itu.

Sandra melepas pelukannya. Ia tersenyum dan dibalas pula dengan
senyuman oleh lelaki itu.

“Terima kasih, Ayah..” ucap Sandra perlahan. Tulus.

Sandra pun memegang lengan Ayahnya kembali. Lalu berjalan. Mendekati
arah suara. Menuju lorong yang berujung di altar.

2 thoughts on “Short Story #73: Tanggung Jawab”

  1. Febriyan Lukito says:
  2. allohayona says:

    Yang kebayang kok ya si Bella Swan dan Ayahnya pas menuju Alar yah? hahaha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: