Browse By

Short Story #69: Demam Panggung

“Grogi nih..” ujar Diana sambil memilin ujung rambutnya saat ia berjalan mendekati pintu.

“Lah, kenapa harus grogi? Kan udah latian dari dulu. Harusnya hari ini bisa, lah.” respon Okta, sahabatnya.

“Loe ga ngeliat nih jari-jari gue udah gemeteran?” ucap Diana sambil menunjukkan jemari kedua tangannya ke Okta.

“Yah, itu sih karena kedinginan kali. Gue juga ini kedinginan. Secara, pake baju kebuka gini..” jawab Okta.

Sayup-sayup, terdengar riuh yang membahana dari balik pintu.

“Aduh, jadi makin grogi. Demam panggung gue.” suara Diana mulai bergetar.

“Udah, ga usah mikirin yang laen-laen. Pikirin aja kalo hasilnya bagus nanti, loe bisa dapet bonus berjuta-juta. Bonus itu ‘kan bisa buat beli rumah, naekin ortu loe naek haji, dan masih banyak lagi.” Okta menyemangati.

Diana diam. Ia menarik napas sambil mencoba menenangkan dirinya.

“Oke, gue bisa. Gue pasti bisa!” Diana berseru.

“Loe harus bisa!” Okta menambahkan. “Kita pasti bisa!”

Kedua gadis yang bersahabat sejak kecil itu tersenyum bersama-sama. Mereka tahu, bahwa inilah saatnya. Inilah salah satu momen yang menentukan bagi hidup mereka. Inilah jalan yang dirintis sejak mereka kecil dan memulai hobi yang sama.

Diana membuka pintu. Ia melangkahkan kakinya ke luar diikuti oleh Okta. Gemuruh penonton menyambutnya.

“Inilah dia, kita sambut para finalis cabang olahraga berenang! Diana Mulyasari dari Indonesia, Okta Laura dari Indonesia…..” ujar suara pengumuman dari pengeras suara yang langsung tenggelam oleh riuh tepuk tangan penonton, dan sorakan penuh semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: