Browse By

Short Story #60: Ramalan

“Bay, katanya Mira loe bisa ngeramal, yak?” tanya Nadia sambil duduk
di kursi sebelah Bayu.

Bayu yang tengah asyik membaca buku di pinggir lapangan basket
sekolah, menoleh sejenak ke arah Nadia. “Ngeramal apa, ya?”

“Lah, koq malah balik tanya? Kan tadi gue yang nanya duluan..” ucap Nadia.

“Ya abis, kata-kata Mira loe telen gitu aja. Loe sama dia, siapa sih
yang lebih lama temenan sama gue?” jawab Bayu sambil balik membaca
buku.

“Tapi kan rumah loe sama Mira lebih deket daripada gue sama loe Bay..”
ucap Nadia. “Lagipula, loe kan sekarang kerja kelompok tugas kelas
bareng dia daripada gue..”

Bayu menarik napas. Ia menatap sahabatnya sejak SD itu mulai merajuk.

“Hhh… Iye, iye.. Sini gue ramal..” Bayu mengalah sambil menyimpan
bukunya. “Mau diramal apaan?”

“Nah gitu dong.” jawab Mira senang. “Mira bilang, loe jago kalo ramal
tangan, Bay. Bener ga? Ramalin percintaan gue, dong..”

“Lagi-lagi kata Mira..” Bayu bergumam pelan.

“Apaan, Bay?” sergap Nadia.

“Enggak.. Enggak..” ucap Bayu. “Sini tangan loe. Telapak tangan yang kiri, ya..”

Nadia segera memberikan tangan kirinya, yang langsung dipegang dan
diperhatikan oleh Bayu. Perlahan, Bayu mulai mengerutkan dahi, melihat
setiap garis di telapak tangan kiri Nadia.

“Kenapa, Bay? Percintaan gue repot, yak?” tanya Nadia.

“Eng.. Ga repot juga sih. Tapi kaya’nya loe punya secret admirer
deh..” jawab Bayu.

“Wah, siapa?” tanya Nadia penasaran dengan bersemangat.

“Eng.. Orangnya ada di sekitar loe deh.. Dan, nama pastinya gue cuma
dapet inisial doang nih..” ucap Bayu.

“Wah, apa inisialnya, Bay?”

“Sepertinya.. Sepertinya… Bentar..” Bayu memegang telapak tangan
Nadia dengan kedua tangannya. “Inisialnya G..”

Nadia langsung mengernyitkan dahinya. Sepanjang yang ia ingat, tak ada
orang-orang di sekitarnya yang bernama diawali huruf G.

“G? Siapa ya? Kaya’nya ga ada Bay.. Loe salah liat kali tuh..” ucap Nadia.

“Lah.. Ini ga salah liat koq. Beneran inisialnya G..” ucap Bayu.

Nadia beralih melihat ke arah lapangan basket sambil bergumam. “G..
G… Siapa ya?”

“G itu.. Gue, Nad..” jawab Bayu.

2 thoughts on “Short Story #60: Ramalan”

  1. Febriyan Lukito says:

    G itu… guwe

  2. Ainun says:

    Kog sedih ya baca ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: