Browse By

Short Story #52: I’m Home!

Romi memutar kunci pintu apartemennya hingga membuka. Masih dengan
tangan yang sama, ia memutar kenop pintu, mencabut anak kunci, dan
masuk ke dalam apartemennya.

“Honey, I’m home!” ucap Romi setengah berteriak. Tapi, tiada jawaban.

Sambil menutup pintu dengan kakinya, ia menyimpan tas kerjanya di meja
kecil dekat ambang pintu. Anak kunci pun tak lupa ia simpan di mangkuk
di atas meja.

Romi perlahan berjalan masuk sambil melepas jaketnya, dan
membiarkannya jatuh ke lantai. Sebuah paket kecil berwarna merah, ia
pegang erat.

Sekilas, Romi mendengar suara dari arah dapur. Ia pun segera ke sana.
Dalam hatinya ia berniat mengejutkan Nana, pasangan hidupnya.

“Nana sibuk nyiapin masakan apa, ya sampe ga denger panggilan aku?”
Romi bertanya-tanya dalam hati.

Sesampainya di ambang dapur, Romi berhenti sejenak dan melihat pintu
kulkas terbuka.

“Masak apa, Na..?” tanya Romi. Tapi, kepala yang muncul dari balik
pintu kulkas bukan seperti harapannya.

“Eh Mas, udah pulang? Tumben.” tanya Riko, adiknya sambil berdiri
tegak dan memegang segelas minuman ringan.

“Iya nih.. Lagi ada perlu di luar kantor, ya sekalian aja pulang.”
jawab Romi datar sambil mendekati meja dapur. “Kamu juga koq tumben ke
sini? Ga bilang-bilang lagi. Nana yang bukain pintu?”

“Euh.. Iya, tadi Mbak Nana yang bukain pintu.” jawab Riko sambil
kemudian menelan ludah.

“Trus, Nana-nya di mana? Kamu koq ditinggal sendiri gini?” tanya Romi lagi.

“Mmm.. Mbak Nana-nya lagi…” jawaban Riko tiba-tiba terhenti ketika
terdengar teriakan Nana.

“Rikooooo… Ayo sini Sayaaannggg… Koq lama sih ambil minumnyaaa…
Aku kan udah ga kukuuuu… Mumpung Romi belom pulang niiiiihhh…”
Nana berteriak manja dari arah kamar tidur.

Paket di tangan Romi pun terlepas dan menyentuh lantai berbarengan
dengan Riko yang menelan ludah.

—–
Catatan Penulis: cerita ini terinspirasi dari salah satu adegan
pembuka film ‘Love Actually’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: