Browse By

Short Story #5: Pada Suatu Malam

Malam sudah larut. Walau begitu, hari belum berganti. Tanggalan masih
sama seperti pagi, siang, dan sore sebelumnya. Meski begitu, Leo tak
kunjung terlelap. Entah, tapi ia gelisah.

Dari balik selimut nyaman yang membuatnya tetap hangat di dalam
apartemennya, Leo membuka mata. Ia bangkit, menarik badannya hingga
terduduk di kursinya.

Tatapan matanya mengarah ke jendela yang gorden tipisnya terbuka
sebagian. Menampilkan siluet Menara Eiffel bertemani bulan purnama.
Sebagian lembutnya sinar rembulan menerobos masuk dan menerpa lantai
yang berbalut karpet.

Leo menoleh ke meja di samping kiri ranjangnya. Ia mengambil blackberry-nya.

‘Somehow, I’m just lost tonight.’ tulis Leo di status blackberry messengernya.

Sontak, sebuah pesan masuk. Leo mendengus.

“Jelas aja kamu nyasar, kompasmu di sini. :D” tulis pesan itu.

“Indeed, my Queen. No King shall rule the world wisely, if they had no
queen besides them.” jawab Leo.

“Seharusnya di sana jam 11.43 malem kan?” tulis pesan itu lagi.

“Yep. Tapi jam biologisku masih bersamamu, nih kaya’nya. Baru bangun
setelah semalaman memadu hasrat denganmu.” jawab Leo.

“Cepet pulang dong kalo gitu. Nanti kita lewatin lagi malam2 fantastis
cuma berdua. I promise I’ll be good. :P” balas pesan itu.

Leo mendengus. Dalam gelap, ia tersenyum.

“Sure you’ll do. I believe that. Sementara itu, setiap kali kamu liat
sunrise, ingatlah aku. Bisa saja aku mengejutkanmu dengan tiba-tiba
berada di peraduanmu yang membara pada suatu malam setelah kamu
menaklukan hari itu, Sayang.” jawab Leo.

Lalu diam. Pesan itu belum dibalas lagi hingga beberapa saat.

“I’m watching it right now, Leo. And I do remember you. Love you so,
dearest husband. :-*” jawab pesan itu.

“Love you more, my lovely wife. :-*” jawab Leo sambil tersenyum.

Lalu, terdengar bunyi gemerisik selimut perlahan. Sebuah tangan
menyembul dari baliknya dan memeluk pinggang Leo.

“Kok ga bobo?” tanya perempuan itu.

“Ada BBM masuk. Tapi udah aku jawab kok.” jawab Leo sambil menaruh
blackberry-nya kembali ke meja. Tak lama, ia pun merebahkan dirinya
kembali sambil memeluk perempuan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: