Browse By

Short Story #47: Tapi Ga Sekarang

“Fi, sibuk ga? Kaya’nya kita perlu ngobrol deh..” sapa Rian pada Fifi
yang sedang berjalan di lorong gedung kampus.

Fifi berhenti sambil melihat sekilas ke sekeliling. “Mau ngobrol apa?”
tanya Fifi malas sambil mendekatkan diri ke dinding agar tak
menghalangi orang. Rian mengikutinya.

“Soal hubungan kita. Soalnya kamu koq ga ada kontak sampe dua minggu
gini… Aku telpon, direject. Aku sms, ga bales. Aku ke rumah, selalu
dibilangnya ga ada. Ini aja aku udah nunggu kamu dari sejam yang lalu
di sini supaya bisa ketemu.” Rian menjelaskan.

“Aku sibuk. Banyak tugas kuliah & riset sana-sini. Jadi ya ga sempet
mikir yang laen..” ucap Fifi ketus.

“Ya tapi aku perlu tau, hubungan kita itu gimana? Apa masih pacaran
atau engga?” tanya Rian. “Karena kamu semenjak terakhir kita berantem
itu, ya udah… Lost contact banget aku ini..”

Fifi menarik napas. “Perlu ya aku jawab pertanyaan itu?”

“Perlu.” jawab Rian segera. “Karena kamu terakhir kali bilang sama
aku, kalo baiknya hubungan kita udahan aja sambil pergi.. Tapi kan aku
belum bilang setuju.”

“Emang harus aku dapet persetujuan kamu?” nada suara Fifi mulai meninggi.

“Ya jelas dong. Kan kita pacaran, hubungannya setara.” jawab Rian
pelan. Ia berusaha menahan emosinya.

Fifi mendengus. Ia membuang muka.

“Ya kalo emang ucapan kamu bener, kalo kita mending udahan aja,
tinggal bilang IYA saat ini juga.. Bisa, ‘kan?” Rian menawarkan dengan
diplomatis. Walau pahit, tapi dalam hatinya ia berharap.

Fifi tak langsung menjawab. Ia menghela napas. Raut mukanya yang
semula tegang, mengendur. Berganti dengan raut bimbang.

“Aku ga tau..” ucap Fifi akhirnya. Nada suaranya pelan. “Kenapa sih
kamu nanya begini?”

Giliran Rian yang menarik napas. “Aku cuma pengen keputusan kamu soal
kita udahan, diambil dalam keadaan yang lebih tenang. Bukan karena
emosi kaya’ kemaren..”

fifi menghela napas lagi.

“Kalo aku bilang IYA gimana?” tanya Fifi sambil akhirnya menatap Rian.

Dalam hatinya, Rian bersorak meski wajahnya tak menampakkan tanda
emosi. “Ya, kalo emang kamu maunya gitu, aku ga bakal bisa ngelarang,
kan? Kamu sendiri yang berkali-kali bilang sama aku, kalo segala
keinginan kamu jangan dilarang..”

Fifi menunduk. Ia menghindari tatapan wajah Rian.

Rian menunggu. Menanti. Berharap bahwa jawabannya adalah IYA.

“Semenjak pacaran sama kamu, rasanya rumit banget ngejalaninnya..”
ucap Fifi lirih. “Dan, aku pengen kita udahan…”

Rian baru hendak merayakan dalam hatinya ketika tiba-tiba Fifi
memeluknya sambil meneteskan air mata.

“…Tapi ga sekarang ya..” Fifi berbisik sambil membenamkan kepalanya
di pundak Rian.

2 thoughts on “Short Story #47: Tapi Ga Sekarang”

  1. keporian says:

    kerennn XD

  2. Ceritaeka says:

    Jiah si Riannya pengen putus koq ya muter2 gituh 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: