Browse By

Short Story #41: Aku Pulang Dulu, ya..

“Jadi gimana ceritanya Intan itu? Dia jadi kawin lari sama cowok
bulenya itu?” tanya Aryo sambil berjalan dari arah dapur dan memegang
secangkir kopi.

Stella tak menjawab. Ia hanya menggeliat sambil masih tengkurap di
atas ranjang. Walau begitu, matanya sudah terbuka dan menatap ke arah
jam meja.

Sekejap, Stella membalikkan dirinya dan melihat Aryo sudah duduk di
tepian ranjangnya.

“Aku belum tahu lanjutannya, tapi BBM terakhir dia sih bilangnya lagi
nyari kapel di Roma, sana.” jawab Stella sambil menarik selimut.
Menutupi tubuhnya hingga sebatas ketiak.

“Oh..” jawab Aryo singkat sambil kemudian menghirup kopinya.

“Emang kenapa?” Stella balik bertanya.

“Yah, aku penasaran aja. Apalagi, rencana kawin larinya dia itu lho,
fantastis banget.. Sampe kepikir buat ke Eropa segala..” jawab Aryo.

“Kalo keluarga kamu punya segala sumber daya buat mencari, menemukan,
dan membawa pulang kamu dengan paksa saat kamu pergi tanpa seizin
mereka, pasti kamu juga akan pergi sejauh mungkin, ‘kan?”

Aryo memiringkan kepalanya. Menatap sekilas ke dinding di atas
headboard ranjang.

“Ada benernya. Itu pula yang ngebuatnya tampak fantastis.” jawab Aryo.

“Well, if you say so..” Stella menanggapi. “Lagipula, kalo gue sih,
nikahin bule itu lebih ke soal adventure, dan juga duit..”

“Duit?”

“Iya, duit. Gue ga munafik lah.. Bule-bule yang kerja di luar negeri
asalnya, digajinya gede banget, ‘kan?” Stella menjelaskan.

Aryo kemudian menghirup kopinya lagi, sementara Stella menguap lebar.

“Ih, masih ga berubah ya dari jaman masih lajang dulu.. Nguapnya kuda
nil kalah deh sama loe..” celetuk Aryo.

“Biar nguapnya ngalahin kuda nil, tapi kemampuan di atas ranjang lebih
liar dari kuda koboi, ‘kan?” goda Stella.

“Hahaha.. You’ve got me.. Ngaku kalah deh gue..” Aryo berkata sambil
menyimpan gelas kopinya di meja samping ranjang.

Stella baru saja hendak mendudukkan dirinya ketika ponselnya yang
disimpan di meja berbunyi. Ia pun segera mengambilnya begitu mengenali
nada panggilnya.

“Udah sampe?” tanya Stella membuka percakapan.

Aryo menatap Stella yang juga menatapnya sambil tetap menerima telepon.

“Oh.. Oke, 10 menitan lagi aku turun.. Bye..” ucap Stella sambil
kemudian memutus hubungan telepon.

Aryo menunggu sementara Stella menyimpan ponselnya kembali ke meja.

“Aku pulang dulu, ya..” ucap Stella sambil turun dari ranjang, dan
berjalan menuju tasnya.

“Si fashionable udah sampe? Tumben on time..” tanya Aryo.

“Iya, dia katanya tadi jemput anak gue di mall.. Terus, sekalian deh
jemput gue di sini..”

“Oh.. Berasa sopir, ya..” kata Aryo.

“Heh! Jangan sembarang omong.. Gitu-gitu, susah nyari suami kaya’
dia!” sergah Stella segera.

2 thoughts on “Short Story #41: Aku Pulang Dulu, ya..”

  1. JenSen Yermi says:

    Nikahin bule tu bukannya soal memperbaiki keturunan ya? #eh

  2. ernit says:

    jadi, ini maksudnya????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: