Browse By

Short Story #4: I’m Happy Right Now

“Aku ingin kesempatan kedua, Jar.” Dewi menatap Fajar dalam-dalam.
Matanya menyiratkan permohonan dan harapan.

Fajar diam. Ia menunggu.

“Aku mau nagih janji kamu dulu, kalo kamu bakal selalu ada buat aku.”
Dewi menambahkan.

“Aku ga ke mana-mana kan, Wi. Aku di sini dari dulu juga.” Fajar
bereaksi cepat. “Kamu yang justru pergi..”

“Aku tau…, dan sekarang aku kembali. Karena itulah aku ingin
kesempatan kedua!” sergah Dewi.

Fajar menghela napas. Ia menatap segelas cappuccino di depannya yang
pasti sudah dingin.

“Aku nyesel udah ingkar janji sama kamu. Ternyata apa yang kamu bilang
itu, semuanya bener.” nada suara Dewi bergetar. “Harusnya aku percaya
sama kamu..”

Fajar mengendurkan badannya hingga bersandar ke kursinya. Meski
begitu, Dewi tetap mencondongkan tubuhnya. Berharap Fajar mau
menerimanya.

Fajar menghela napas lagi. Dari balik jaketnya, ia menarik sebuah
amplop berwarna merah dengan tulisan beberapa huruf tertera.
Sepertinya, itu inisial.

“Andai kamu tak pergi, Wi.. Namamu yang mungkin ada di sini.” Fajar
menyimpan amplop yang dipegangnya tadi ke atas meja. Perlahan, ia
mendorongnya ke arah Dewi.

Dewi tercekat. Matanya terbelalak. Suaranya hilang seketika seperti
nafasnya yang berhenti sepersekian detik.

“I’m happy right now. And I hope you’d be glad to attend my wedding,
Wi.” kata Fajar pelan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: