Browse By

Short Story #30: The Luckiest Person

“Ciee… Nyonya Hans..” Brama menyapa Utari yang tengah membaca majalah.

“Hus! Baru besok Bram! Hari ini gue masih Nona Utari tau..” Utari
mengubah posisi duduknya.

“Iya deh iya..” jawab Brama sambil tersenyum, dan duduk di kursi depan
Utari. “Sori telat, tadi gue ngirim paket dulu. Ada perlu apa nih di H
minus satu gini sama jomblo bujang macam gue? Mau bikin runaway plan?”

“Halah, macem-macem aja deh loe Bram.. I’m just gonna ask you a little favor.”

“Anything for you.” jawab Brama segera. “Anyway, runaway plan itu pun
a little favor buat gue..”

Utari menggelengkan kepalanya, tersenyum kecil, dan kemudian mengubah
posisi duduknya lagi. Wajahnya tiba-tiba berubah serius.

Perlahan, Brama menyadari perubahan raut wajah Utari. Ia hendak
bertanya, tapi desah napas Utari membuatnya membisu.

“Gue mau minta…” Utari menarik napas, “…gue mau minta loe supaya..
jangan dateng besok di akad nikah gue..”

Brama terkejut. Ia menelan ludah sambil langsung menatap ke arah
selain Utari. Mencoba menyembunyikan kekecewaannya. Mencoba menutupi
perasaan hatinya yang terluka.

“Bisa ‘kan, Bram? Gue minta loe datengnya pas resepsi aja.. Ya? Bisa,
ya?” tanya Utari.

Brama menarik napas. Ia masih belum bisa menjawab permintaan Utari.

“Loe tau kan, kalo gue orang yang paling excited dan ngarep bisa ada
saat loe nikah? Saat loe ngejalanin akad, dan juga resepsinya?” ucap
Brama pelan.

“Iya Bram, gue tau.. Tapi-”

“Tapi kenapa loe minta gue jangan dateng pas akad dan cuma pas
resepsi?!” suara Brama meninggi.

Giliran Utari yang terdiam. Ia menarik napas. Ia tahu Brama pasti akan
bereaksi seperti ini. Matanya berkaca-kaca, perih, tapi ia menahan
agar tak menangis.

“Gue takut nanti jadi ragu, kalo ada loe pas gue akad…” ucap Utari
pelan. Lirih.

Brama menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa. Ia berganti-ganti
melirik Utari, meja, dinding, dan segala yang ada di sekitarnya.

“Bisa kan, Bram?” tanya Utari lagi. Pelan. Setelah beberapa menit hening.

“Laki loe luckiest person di dunia ya, dapetin calon istri yang saking
cintanya jadi takut ragu, kalo best friendnya, cowok pula, dateng pas
akad nikah..” Brama tak menjawab pertanyaan Utari.

Hati Utari sedikit terasa perih mendengar ucapan Brama tersebut. Tapi
ia mencoba mengabaikannya. Membiarkannya.

“Apa itu artinya ‘IYA’?” tanya Utari.

Brama menarik napas dalam-dalam. Berat baginya menyetujui permintaan Utari.

“Bram…” Utari mengulurkan tangannya, mencoba menyentuh tangan Brama.
Tapi tak berhasil, karena Brama menarik tangannya menjauh.

“Kalo itu bikin loe bahagia, gue ga bisa nolak.. Even it breaks my heart…”

Lalu hening. Brama tak ingin Utari melihat raut sedih di wajahnya,
sehingga ia menghindari menatap Utari. Walau begitu, mata Utari sudah
basah, di pipinya terdapat linangan air mata.

“Bukan laki gue yang jadi luckiest person, tapi gue Bram.. Punya temen
yang pengertian macam loe…” Utari berkata lirih, “Terima kasih,
ya..”

Kali ini Brama menoleh dan melihat Utari.

“Asal loe tau aja sih, gue lakuin ini cuma buat orang yang gue cinta..
Sampe ketemu di resepsi.” sahut Brama sambil kemudian berdiri, dan
pergi.

Meninggalkan Utari yang diam kehabisan kata-kata.

8 thoughts on “Short Story #30: The Luckiest Person”

  1. Zippy says:

    Wihiii…hebat ya si Bram, nyalinya gede gitu :DMau jujur dan rela ngelepasin orang yang Ia cintai :DKayak pepatah aja, “cinta tak selamanya harus memiliki” 😆

  2. allohayona says:

    akhh Billy.., jangan sampe hal ini terjadi deh.., 🙁

  3. Billy Koesoemadinata says:

    @Zippi yah, it’s better late than never.. :P@yona ehem,, itu ada lho kejadian benernya..

  4. captain20 says:

    *terharu dan sedih. campur aduk*Ini kok bagus sih ceritanyaaa…

  5. ernit says:

    ah Billy…kejadian lagi deh, gw mewek total abis baca postingan lo :((

  6. Billy Koesoemadinata says:

    @Captain makasiiihh…@ernit err… loe sensitip banget ah sama cerita2 yang inspired by true story gini..

  7. reh atemalem susanti says:

    ahh, ini keren sekali, ceritanya.

  8. asmulti says:

    ya ampun…. ini cerita tragis banget… sedihnyaaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: