Browse By

Short Story #298: Ga Ada Apa-Apa

“Kamu terlalu baik buat aku. Masih ada orang lain yang lebih baik daripada aku, yang cocok untuk kamu.” Sinta mengulang kembali ucapannya sejak setengah jam yang lalu, yang sulit untuk direspon oleh Kevin. “Aku juga tahu, kamu pasti akan baik-baik aja. Sementara aku mungkin perlu waktu.”

“Dusta.” Kevin akhirnya menjawab lalu tertawa sinis.

“Kenapa kamu mikir gitu? Kamu ga percaya sama aku?” nada suara Sinta meninggi. Genggamannya pada gelas kopinya bertambah erat, tapi ia berpikir itu lebih karena udara dingin yang dihembuskan penyejuk ruangan.

“Kamu ngomong gitu cuma biar aku ngerasa enakan, ‘kan? Karena kamu udah kehabisan kata-kata?” Kevin menebak.

Giliran Sinta yang tak mampu untuk langsung merespon. Tapi ia tidak panik, melainkan menyandarkan punggungnya ke sofa di ruang depan, lalu membuang mukanya ke jendela apartemen.

“Kita pernah janji untuk terus berusaha, ‘kan? Apapun masalahnya?” Kevin coba mengingatkan.

“Tapi ternyata menepati itu susah.” Sinta akhirnya merespon. “Aku ga bisa kalo ada masalah justru diem-diem aja seakan-akan ga ada apa-apa…”

“Darimana kamu tau aku diem justru berasa kaya’ ga ada apa-apa? Bisa jadi aku lagi cari solusi yang belum bisa aku bagi sama kamu?!” giliran nada suara Kevin yang meninggi. Ia mencondongkan badannya ke arah Sinta di sofa seberangnya.

“Aku tau. Pokoknya aku tau.” Sinta memberitahu. Kukuh.

“Seperti saat kamu bilang kalo aku bakal baik-baik aja meski kita udahan?”

“Iya. Seperti itu.”

Kevin mendengus. Lalu kembali tersenyum kecil. Sinis.

“Tuh, lagi-lagi kamu senyum, ‘kan meski jelas-jelas kita lagi ada masalah di sini? Nanti-nanti bisa jadi kamu lanjut diem aja seakan ga ada apa-apa, dan life goes on meski sebenernya ada duri dalam daging.”

Kevin menarik napas dengan tenang. “Senyum terus atau diem seakan ga ada apa-apa itu ga mutlak berarti ga mikirin atau ga punya masalah. Tapi sebenernya lebih karena punya harapan dan yakin kalo semuanya pasti bisa selesai, baik itu dengan solusi yang dicari sendiri ataupun bantuan orang lain.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: